Perlunya Media Relation Bagi Seorang PR

Di era digital ini, perkembangan teknologi berkembang sangat pesat, terutama pada media sosial. Melalui media sosial, seseorang dapat bertukar informasi tentang berbagai hal secara cepat. Hanya dengan menggunakan gadget, seseorang dapat mengakses berita terbaru atau ter-actual dari berbagai tempat. Namun, belakangan ini kebenaran isi berita di media sosial mulai dipertanyakan. Keraguan itu muncul karena siapapun dapat membuat berita tanpa filter. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi seorang humas bahwa memanfaatkan media sosial sebagai alat publikasi tidaklah cukup. Perlunya humas menjalin hubungan baik dengan pihak organisasi media massa yang terpercaya.

Media relations merupakan strategi seorang PR dalam menjalin hubungan baik dengan media massa. Karena salah satu kegiatan PR adalah publikasi maka media berperan penting untuk meningkatkan reputasi organisasi.  Media dapat dikatakan sebagai acuan public untuk bertindak atau hanya sekedar berpersepsi. Jika pihak media memberitakan organisasi dalam hal positif, citra baik perusahaan akan terbangun di benak masyarakat.

Kegiatan media relation dapat dilakukan dengan 2 bentuk, yang pertama melalui tulisan yaitu press release yang dikirimkan ke editor organisasi media massa, disinilah seorang PR harus mempunyai keterampilan menulis. Yang kedua dengan menyelenggarakan suatu acara seperti media gathering; media relations yang dibuat oleh PR, press call yang dilakukan untuk menyampaikan informasi kepada pers melalui telepon, undangan kepada media untuk manjadi sponsor kegiatan.

Seorang PR harus konsisten, seperti halnya dalam membuat press release yang ditujukan kepada organisasi media massa. Media massa pun setiap saat tentu membutuhkan berita untuk dimuat. Bisa dibilang hubungan mutualisme antara kedua belah pihak. Jika hubungan ini terus terjalin dengan baik, maka tujuan dari kegiatan media relation yaitu meningkatkan reputasi organisasi akan terpenuhi.