7 Langkah Pengelolaan Keuangan Sekolah

Syncoreconsulting.com – Sekolah, salah satu lembaga pendidikan formal yang ada di Indonesia. Tempat penyelenggaraan kegiatan berbasis pendidikan yang memikul harapan masyarakat. Setiap orang tua tentu telah mempercayakan anaknya belajar, berketerampilan untuk memperoleh pengetahuan serta pengalaman demi meraih masa depan yang lebih baik. Selain itu, di sekolah dapat membentuk nilai dan sikap para peserta didik. Sekolah memiliki tanggung jawab untuk menghasilkan manusia terlatih, terampil dan  mampu menerapkan ilmu yang diperlukan oleh suatu organisasi, institusi dan untuk membangun bangsa ini.

Dalam menjalankan kegiatan pendidikan, diperlukan sarana dan prasarana untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut. Kebutuhan berupa gedung, tenaga pengajar, buku sekolah dan sesuatu yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar. Dari kebutuhan yang diperlukan, tentu ada biaya untuk keberlanjutan sekolah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

Pertanyaannya, dari mana sumber keuangan sekolah berasal?

Pasal 46 UU No 20 Tahun 2003 telah menjawabnya, dalam pasal tersebut memuat tentang Sistem Pendidikan  Nasional yang menyatakan bahwa pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Dari pasal diatas dapat diterjemahkan jika dana sumber-sumber pemasukan sekolah bisa berasal dari pemerintah baik dinas pendidikan pusat maupun daerah, orang tua siswa, usaha mandiri sekolah , dunia usaha dan industri terdekat, dan sumber lain seperti yayasan  penyelenggara  pendidikan  bagi lembaga pendidikan.

  • Pemerintah: Dana Bantuan Operasional Sekolah atau BOS

Dana BOS dialokasikan melalui APBN untuk Sekolah Dasar maupun SMP. Adapun dana khusus dari pemerintah daerah provinsi dan kabupaten. Dana BOS ini, merupakan dana operasi nonpersonalia sedangkan untuk gaji pendidik dan tenaga kependidikan bersumber dari dana rutin melalui APBN dan APBD.

  • Dana Swadaya: Dana yang berasal dari kegiatan usaha mandiri sekolah yang bisa mengahsilkan pendapatan bagi sekolah. Kegiatan usaha tersebut dapat berupa pengelolaan koperasi sekolah, kantin, penyelenggaraan lomba dengan biaya dari peserta dimana sebagian dana disisihkan untuk sekolah, mengadakan kegiatan tertentu yang dapat menarik sponsor maupun donatur untuk memberi dana.
  • Dana masyarakat: Dana yang berasal dari orang tua siswa seperti SPP Bulanan, sponsor dan donatur
  • Sumber lain: seperti pembiayaan alternatif dari program/proyek tertentu dari pemerintah daerah setempat.

Sumber dana maupun pendapatan yang dihasilkan oleh sekolah, harus dikelola dengan manajemen keuangan yang baik. Rangkaian aktivitas keuangan mulai dari perencanaan, pembukuan, pembelanjaan, pengawasan serta pertanggung jawaban yang dilakukan dengan benar.

Lalu, bagaimana memanfaatkan keuangan sekolah?

dalam UU Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 Pasal 48 Ayat 1, pengelolaan dana pendidikan berdasarkan pada prinsip  keadilan, efisiensi, transparan dan akuntabilitas publik.

Cara mengelola atau memanfaaatkan keuangan sekolah sebaiknya melalui langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS)

Pengurus atau komite sekolah terlebih dahulu menyusun anggaran antara penerimaan dan penggunaan dana serta pengelolaannya untuk memenuhi seluruh kebutuhan sekolah selama satu tahun pelajaran berjalan perlu direncanakan dengan baik. Pada setiap anggaran yang disusun perlu dijelaskan apakah rencana anggaran yang akan dilaksanakan merupakan hal baru atau kelanjutan atas kegiatan yang telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya dengan menyebut sumber dana sebelumnya.

  1. Pengadaan dan pengalokasian anggaran berdasarkan RAPBS

setelah penyusunan RAPBS dibahas dengan pengurus dan komite sekolah, maka selanjutnya ditetapkan sebagai anggaran pendapatan dan belanja sekolah (APBS). Anggaran yang sudah diadakan, kemudian dialokasikan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

  1. Pelaksanaan anggaran sekolah

Pelaksanaan anggaran memerlukan pengorganisasian dimana ada pengelompokan berdasarkan tugas, tanggung jawab dalam proses kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan

  1. Pembukuan keuangan sekolah

Pembukuan dilakukan dengan mengisikan seluruh bukti penerimaan dan bukti transaksi yang ada

  1. Pertanggung jawaban keuangan sekolah

Laporan mengenai penerimaan dan pengeluaran keuangan sekolah. Pengevaluasian dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Dana yang digunakan akan dipertanggungjawabkan kepada sumber dana.

  1. Pemantauan keuangan sekolah

pemantauan yang terus menerus dilakukan secara berkala untuk menjamin terlaksananya perencanaan secara runtut.

  1. Penilaian kinerja manajemen keuangan sekolah

Memiliki laporan keuangan yang akurat dan detail akan mempermudah penilaian kinerja keuangan dengan tepat.

 

Pengelolaan keuangan sekolah perlu direncanakan yang sebaik-baiknya karena perencanaan akan menjadi pedoman jalannya pengelolaan keuangan sekolah. Selain itu, perlu penerapan prinsip-prinsip  agar dapat berjalan dengan transparan, efektif dan efisien, serta dapat dipertanggungjawabkan. Sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Sumber:

pendis.kemenag.go.id/file/dokumen/uuno20th2003ttgsisdiknas.pdf

https://kemenag.go.id/file/dokumen/UU2003.pdf