Penyesuaian Kebutuhan Pasar dengan Kemampuan yang Dimiliki Desa: Kunci Sukses Pemetaan Potensi BUMDes

Syncoreconsulting.com – Dalam perkembangannya, BUMDes terus mengalami perubahan yang positif. Namun, dari banyaknya BUMDes yang terbentuk, masih ada beberapa yang belum bisa berjalan dengan baik. Bisa dikatakan kelancaran berjalannya suatu BUMDes belum merata ke daerah-daerah tertentu karena ada kendala yang menghambat. Kurangnya analisis dalam pemilihan jenis usaha dan juga pemahaman pengelola mengenai filosofi BUMDes itu sendiri bisa menjadi faktor utama BUMDes masih belum mendekati harapan.

Gedung BBLM Yogyakarta, menjadi wadah yang menampung semangat para perwakilan BUMDes dari berbagai daerah. Peserta yang mencakup 3 provinsi jawa tengah, jawa timur, DIY ini mengikuti pelatihan untuk memperoleh ilmu serta berbagi keluh kesah dalam perjalanan bersama BUMDesnya. Pemecahan masalah serta pemberian solusi mengenai pengelolaan BUMDes tentu sangat diharapkan demi memajukan BUMDes di desanya.

Heru Salugu, Kabid Penyelenggara BBLM Yogyakarta (Tengah)

 

Heru Salugu selaku Kabid Penyelenggara acara menuturkan bahwa dalam memecahkan masalah yang dialami para pengelola BUMDes, dibutuhkan kerjasama dengan berbagai pihak.  Oleh karena itu, BBLM harus melibatkan semua pelaku di desa bukan hanya internal tetapi lembaga masyarakat dan perguruan tinggi. Jika pemberdayaan masyarakat kuat maka kekuatan desa juga akan semakin kuat.

“Kita mencoba memberikan solusi terhadap kesulitan yang mereka alami. Maka dari itu kami merangkul banyak partner untuk membangun untuk membangun masyarakat desa.  Contohnya kita merangkul SYNCORE dan juga kepala desa.”, tutur Heru

Rudy Suryanto, Narasumber Pelatihan

 

Rudy Suryanto yang menjadi pembicara pada acara ini mengatakan bahwa pelatihan pengelolaan BUMDes ini mengupas beberapa hal yang mendasar mengenai BUMDes. Pemahaman filosofi BUMDes bagi pengelola BUMDes yang tidak semata-mata mengejar profit tapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tak kalah penting juga pemilihan jenis usaha yang tepat melalui pemetaan potensi desa sehingga bisa menghasilkan profit maupun benefit kepada masyarakat.

“Ada sekitar 22.000 BUMDes yang sudah terbentuk, meskipun demikian mungkin hanya 2.000 BUMDes yang bisa berjalan sehingga 90% itu masih ada banyak kendala. Kebutuhan dalam pemahaman filosofi BUMDes dan pemetaan potensi desa sudah terpenuhi melalui pelatihan yang dilakukan atas kerjasama BBLM dan Syncore ini.”, ujar Rudy

Ruang Pelatihan BBLM

 

Dalam ruangan dengan susunan kursi berbentuk Letter U itu gerah seakan ditiadakan. Kesejukan terhembus dari Air Conditioner yang ada di ruangan tersebut. Peserta yang terdiri dari perwakilan desanya masing-masing begitu antusias dalam pelatihan ini. “Silakan bertanya”, itulah aba-aba yang diberikan kepada peserta yang sesudahnya mengangkat tangannya untuk mendapatkan giliran mengajukan pertanyaan.

Salah satu peserta mengajukan pertanyaan

 

Memetakan basis pasar dan setelah itu mengidentifikasi potensi apa yang bisa memenuhi kebutuhan pasar tersebut merupakan kunci pemetaan potensi desa yang nantinyaa akan dipilih menjadi usaha yang akan dijalankan oleh suatu BUMDes. Kebutuhan pasar adalah perhatian yang diutamakan dalam pemilihan jenis usaha.

“Jadi, pola pikirnya harus market base atau pasar apa yang bisa kita masuki, siapa yang membeli. Dari situ, apa kemampuan yang kita miliki, bagaimana mengelolanya itu adalah salah satu kunci sukses bagi pemetaan potensi.”, jelas Rudy

Pelatihan BUMDes ini menjelaskan bahwa desa yang begitu besar itu bisa diinvestasikan untuk kegiatan bisnis di desa. BUMDes bukan milik kepala desa, perangkat desa atau individu tetapi milik masyarakat di desa supaya secara ekonomi dapat berkembang. Integrasi antara manfaat sumber daya yang ada dengan kapasitas dan kemampuan masyarakat dapat tercipta apabila suatu desa sudah dapat memetakan potensi desanya.

“Pelatihan ini sangat membantu orang awam untuk BUMDes. meskipun sudah dibentuk namun dalam pengelolaannya belum maksimal. Kami sudah memiliki unit pengembangan ATK dan fotokopi namun kami masih menggali potensi yang ada. Mungkin dengan adanya pelatihan ini, mungkin bisa jadi acuan buat kami.”, seru Oky perwakilan BUMDes Berkah Makmur

Melalui pelatihan-pelatihan BUMDes diharapkan manajemen BUMDes semakin menguat serta dapat mengetahui core bisnisnya. Kesadaran akan kebutuhan pasar dapat menjadi rujukan suatu BUMDes dalam memilih jenis usaha yang tepat. Dengan kemampuan yang dimiliki desa untuk menjangkau pasar tersebut tentu menjadi kunci kesuksesan. BUMDes bukan semata mengejar profit tetapi juga benefit. Minimal harus mendapat keuntungan terlebih dahulu sebelum memberikan manfaat kepada masyarakat.