Universitas Negeri Gorontalo: Terus Memantapkan Diri dalam Pola Pengelolaan BLU Berbasis Good University Governance

Syncoreconsulting.com –Jakarta, menyongsong Peraturan Menteri Keuangan Nomor 220/PMK.05/2016 tentang Sistem Akuntansi Dan Pelaporan Keuangan Badan Layanan Umum. Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bekerja sama dengan Syncore Consulting untuk lebih up to date dalam hal pengelolaan dan pelaporan keuangan yang terstandar.

Expertise dalam bidang keuangan menjadikan UNG mempercayakan Syncore untuk membimbing dan menjadi konsultan berbasis BLU. Pelatihan tersebut bertetema “Pelaporan Pengelolaan Keuangan dan Bendahara dalam Pengelolaan Badan Layanan Umum” berlangsung selama dua hari. Terbang dari Gorontalo sebanyak 30 orang. UNG mengirimkan seluruh Bendahara dan staff bagian ke administrasian dalam pelatihan ini.

UNG adalah salah satu dari dua puluh sembilan universitas yang berstatus Badan Layanan Umum di Indonesia. Kampus ini memiliki semangat untuk terus mengikuti perubahan di era milenial. Hal tersebut senada dengan pernyataan Rektor UNG “Membutuhkan banyak perubahan dalam dekade mendatang. Ciri mutakhir abad XXI yang membedakannya dengan era industri adalah sentralnya kreativitas manusia dalam mengelola peluang dan sumberdaya di sekitarnya,” pungkas Prof. Dr. Syamsu Qamar Badu, M.Pd.

Menanggapi seuran Kemenkeu dalam hal Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintah 13 (PSAP 13), UNG mempercayakan Syncore untuk meberikan konsultasi terkait.  Rudy Suryanto selaku Senior Partner Syncore menjelaskan, “BLU memungkinkan Universitas negeri memiliki fleksibilitas untuk meningkatkan respon terhadap tuntutan customer dan perubahan jaman. Wujud nyata spirit Enterprising Government,” ungkapnya dalam sesi pelatihan tersebut.” Untuk lebih detail memahami tentang apa itu PSAP 13 bisa Anda akses di BLUD.co.id.

Ibukota disepakati menjadi tempat yangrepresentaitf untuk diadakan pelatihan pada 21-22 Maret ini. Dalam hal audit keuangan, selama ini UNG memang telah mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian. Harapan dari pelatihan kepada Syncore diharapkan tetap bisa mempertahankan hal tersebut dan meningkatkan kemampuan analisa laporann keuangan kedepannya.

Dengan dipandu Rudy Suryanto, pada hari pertama pelatihan lebih banyak membahas tentang diskusi terkait dengan fungsi bendahara, pembukuan bendahara, pertanggunjawaban bendahara, verifikasi dan rekonsiliasi serta evaluasi kinerja. Dilanjut hari kedua peserta akan diajak kedalam hal-hal yang lebih teknis.

Dalam sesi santai, tim Syncore menyempatkan diri untuk bercengkrama dengan Wakil Rektor II Supardi Nani, SE, M.Si. Dalam obrolan santai beliau mengatakan “Bagaimana  kedepan UNG akan memanfaatkan teknologi drone untuk pemantauan aset-aset milik universitas.” Sungguh sebuah gagasan yang brilian dalam pemanfaatan teknologi. Supardi selama ini membantu tugas rektor dalam bidang keadministrasi dan Keuangan di UNG.

Apa yang dilakukan Universitas Negeri Gorontalo patut dicontoh oleh Universitas lain. Sudah saatnya di era modern ini Badan Layanan Umum di Indonesia bebas dari penyelewengan keuangan dalam bentuk apapun. Hal ini bisa dimulai dari kewajaran opini hasil audit keuangan. Selaku perusahaan berbasis teknologi akuntasi, Syncore memiliki komitmen untuk terus mendampingi terciptanya  transparansi dan akuntabilitas manajemen keuangan di Indonesia. Mari bersama kita wujudkan!

#TerusBergerak