Terapkan Integrated Media Channel, Siasat Xpander Taklukkan Avanza

Syncoreconsulting.com – Baru-baru ini dunia otomotif diguncangkan dengan hadirnya pendatang baru yang secara mengejutkan merangsek, menantang para seniornya. Mistubishi Xpander dengan tampilan ganteng berkelas mampu membuat kepincut siapa saja yang memandangnya.

Tidak takut dengan persaingan pasar. Ini terlihat dari keberanian Mitsubishi untuk menggebrak per-otomotif-an tanah air. Me-release varian anyar di segmen LMPV (Low Multiple Purpose Vehicle), Xpander menjadi momok bagi senior-seniornya. Padahal di kelas tersebut sudah banyak brand yang mencokol kuat di pasaran Indonesia.

Mobil sejuta umat (baca: Avanza) akan menjadi rival terberatnya dalam merebut hati customer. Selain Avanza di segmen LMPV terdapat pula kakak kelas yang siap menjadi lawan seperti: Daihatsu Xenia, Honda Mobilio, Suzuki Ertiga dan Nissan Grand Livina.

Secara mengejutkan sang penantang ini membuat kelimpungan para pendahulunya. Februari 2018 menjadi bulan yang menggembirakan bagi pabrik berlogo tiga berlian ini. Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan Mitsubishi Xpander pada Februari 2018 mampu mengalahkan Toyota Avanza. Penjualan Xpander yang sebelumnya 7.079 unit (Januari) naik menjadi 7.400 unit, sedangkan Avanza dari 7.543 unit (Januari) turun menjadi 6.773 unit.

Tidak basa-basi, kekuasaan Avanza menguasai segmen LMPV Indonesia selama 14 Tahun dikalahkan bocah  yang baru muncul dipasaran belum genap satu tahun. Peluncuran Xpander pada bulan Agustus 2017 menjadi moment yang tepat bagi Mitsubishi karena bertepatan dengan event tahunan GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show). Kesuksesan Xpander juga didukung oleh berbagai strategi matang yang dimainkan oleh aktor-aktor dibalik layar.

Lalu apa saja strategi dibalik meledaknya penjualan Mitsubishi Xpander? Syncore Creative Media akan mencoba merangkumnya khsusus untuk Anda.

 

  1. Kekuatan dari Dalam

Tidak dipungkiri paras yang gagah nan sporty seperti body mobil SUV menjadi daya tarik tak terhindarkan oleh penggemar mobil LMPV sekaligus para pecinta SUV. “Sebenarnya Xpander masuk dalam segmen Low MPV, nyatanya Xpander juga cukup diminati mereka yang menggemari model SUV,” kata Amiruddin Head of Sales and Marketing Region 2, kepada awak media.

Kita menjadi ingat, bagaimana sebuah produk yang berkualitas (baik tampilan maupun kegunaan) dibarengi dengan strategi branding yang terukur akan mudah mendapatkan customer dimanapun berada. Dalam kasus lain, kita bisa melihat kesuksesan Xiaomi Smartphone yang hadir menawarkan produk berkualitas –tidak hanya  tampilan ciamik tetapi juga performa maksimal. Menjadikan pendatang baru produsen Smartphone asal Tiongkok ini mendulang jumlah penjualan luar biasa di pasaran Indonesia.

 

  1. Riset itu Penting

Bagi kaum yang mengaku kreatif, biasanya akan merasa bosan dengan angka-angka, tabel, rumus dan segala macam yang berhubungan dengan hitung menghitung. Seperti judul pada pembahan kita kali ini, riset itu penting. Mau tak mau, suka ataupun tidak, hasil riset yang terukur itu perlu dihadirkan.

Disinilah kawin silang antar disiplin ilmu menjadikan sebuah strategi marketing komunikasi lebih powerfull. Diawali dengan riset dengan sejumlah data dengan angka-angka, menghasilkan beberapa temuan, lantas di eksekusi lewat cara-cara seniman. Nice combination!

Seperti yang dilkukan Mitsubishi, mereka memerlukan riset selama hampir empat tahun untuk melihat peluang pasar, kebutuhan dan preferensi dari calon customer-nya. Pra launching Xpander, pihak pabrikan mengadakan riset pasar dan acara road show di beberapa kota. Ketika hasil riset dirasa cukup, sekarang waktunya bagi kaum yang mengaku kreatif bekerja melalui aktivitas yang terintegrasi baik bellow the line ataupun above the line.

 

  1. Promosi untuk Mendapatkan Brand Awareness

“The next generation MPV” ada yang pernah mendengar kata-kata dalam tanda kutip diatas? Bagi Anda pemerhati dunia otomotif pasti hafal betul slogan tersebut. Satu kalimat lugas, nyaman diucapkan dan memorable. Baiklah, untuk Anda yang masih bertanya-tanya, kalimat diatas adalah slogan yang diusung oleh Xpander dalam mengenalkan jatidirinya.

Mengusung desain baru, kendaraan MPV yang mirip dengan SUV ini memang layak disebut generasi baru varian MPV di Indonesia.

Menurut informasi dari Adstensity, dalam upaya mengenalkan produk anyar Xpander dihadapan khalayak luas, Mitsubishi menggelontorkan biaya untuk promosi yang tidak sedikit. Di sepanjang Agustus 2017, biaya iklanTVC Xpander mencapai angka Rp 25,21 miliar. Angka belanja iklan ini cukup besar apabila dibandingkan dengan para seniornya yang masih dibawah gelontoran dana iklan Xpander. Pada waktu yang sama biaya belanja iklan dari beberapa rivalnya yakni: Nissan (Rp 19,14 miliar), Suzuki Mobil (Rp 14,65 miliar), Honda Mobil (Rp 14,45 miliar), dan Chevrolet (Rp 1,41 miliar).

 

  1. Layanan After Sales Maksimal

Sebuah brand yang telah dianggap baik oleh audiens harus dijaga sebaik mungkin, karena menuju kesana tidak semudah membalikkan telapak tangan. Memberikan layanan terbaik setelah penjualan juga dilakukan oleh Mitsubishi dalam rangka memanjakan customernya.

Dalam upaya meningkatkan penjualan dan memenuhi permintaan pasaran, Mitsubishi mencoba memperluas gerai diberbagai wilayah. Pada Maret 2017 terdapat 90 outlet penjualan dan pada Maret tahun ini telah bertambah menjadi 112 gerai. Selain itu, dari sisi produksi Mitsubishi Motors juga melebarkan pabriknya di Cikarang-Bekasi.

 

  1. Bersahabat dengan Kawan-kawan di Media Massa

Media adalah penyambung lidah rakyat. Melaluinya informasi dapat disebarluaskan menembus batas ruang dan waktu. Memperhatikan media sama saja dengan kita menghargai klien kita, tanpa media, klien kita bisa jadi tidak kenal siapa kita. Pertanyaan kliese-nya, kalau tak kenal maka tak sayang (baca: beli).

Pada awal Oktober 2017, Mitsubishi menggelar seremonial dengan mengundang ratusan media. Selanjutnya, pada Februari 2018, Mitsubishi juga menggelar factory visit ke pabrik Xpander untuk kalangan media dan komunitas. Baru-baru ini, pada Maret 2018, Mitsubishi menggelar program “Xpander Media Test Drive 2018″ tanggal 4 – 10 Maret. Acara yang dibalut dengan format touring itu terdiri dari 3 batch dengan wilayah Solo, Yogyakarta dan Semarang.

Seperti Yin dan Yang lambang sebuah keharmonisan, tidak berusaha menyamakan tetapi menyatukan. Begitu kira-kira strategi yang digunakan Xpander dalam seni perang merebut kuasa pasar. Dalam hemat penulis, aktivitas komunikasi yang dilakukan Mitsubishi merupakan contoh penerapan IMC (Integrated Media Channel). Bagaimana sebuah promosi mampu terintegrasi dan saling terkait antara satu lini dengan lini yang lain dalam tujuannya menyampaikan “pesan” di benak audiens. Itulah seni menerapkan IMC, bagaimana menggunakan media yang banyak ragamnya, namun menghasilkan satu pesan yang konsisten dan efektif.

Kesuksesan Xpander ini bagian dari sejarah baru dalam penerapan IMC di Indonesia. Kita tunggu saja, Apakah para ‘senior’ mampu membalas kekalahan atau tetap tunduk menerima keadaan?