Pelatihan BUMDes Angkatan 8, Bersama Praktisi BUMDes Terbaik Nasional

Kebangkitan ekonomi kita awali dari desa. Obor besar menyala di Jakarta tidak akan bisa menerangi desa-desa diseluruh nusantara tetapi lilin-lilin kecil di seluruh desa apabila kita nyalakan bersama akan mampu menerangi Indonesia. –Yani Setyadiningrat.

Jika kita sulit mencari satu demi satu orang yang peduli dengan Indonesia mungkin langkah paling mudah adalah dengan berkaca. Disana kita akan menumui sosok bayangan orang, dimana orang itu berdiri disitulah seharusnya kepedulian dimulai. Peduli bisa dilakukan dari hal-hal kecil, dari lingkup sosial terdekat. Maka, jadikan dimana kita berada disana kita bermakna.

Carik Desa Ponggok asal Kab. Klaten patut kita jadikan tauladan. Se-abrek pengabdiannya terhadap pembangunan desa sudah tidak diragukan lagi. Mengabdi di lingkup elemen kelembagaan terkecil dari sebuah negara. Dialah Yanni Setyadiningrat, salah satu ‘man behind the gun-nya’ Desa Wisata Ponggok.

Pada beberapa kesempatan, tim Bumdes.id sering berdiskusi bersama Yani tentang pembangunan desa di Indonesia. “Saya ini sudah bisa dibilang keliling kemana-mana menyampaikan soal BUMDes, tapi nggak bosen-bosen, karena ini adalah amanat dari Pak Menteri,” katanya kepada tim Bumdes.id. Perlu kita ketahui, Desa Ponggok menjadi salah satu desa dengan pendapatan aseli desa (PAD) tertinggi di Indonesia; sekitar 14 miliar didapat pada tahun 2017.

Pria yang gemar menikmati kretek ini melanjutkan ceritanya, “Saya memberikan pemahaman tentang BUMDes kesemua orang yang saya temui secara terbuka, semua saya ceritakan, tidak ada rahasia tidak ada dusta diantara kita,” ucapnya sambil terkekeh senang. Dengan ditemani secangkir Robusta panas, kami asik bertukar pikiran dengan beliau.

Desa yang terletak di Kecamatan Polanharjo ini dapat diakses lebih kurang 30 menit dari pusat kota Klaten. Desa yang sebelumnya miskin, namun dengan pengelolaan yang proporsional, kini menjadi desa yang mampu mensejahterakan masyarakatnya tak terkecuali. “Kami tahun 2009 sudah memiliki badan usaha milik desa, yang mana kami berada di desa yang sangat miskin dan jauh dari perkotaan, bagaimana agar desa kita juga bisa sejahtera? Ini memerlukan perubahan mindset dan inovasi-inovasi,” paparnya.

Pada tanggal 18-19 April mendatang, Bumdes.id mengundang Yani Setyadiningrat untuk menjadi pemantik materi dalam acara Training on Trainer (TOT) Pendampingan BUMDes. Selain Sekdes Desa Ponggok, acara TOT ini juga akan diisi oleh Wahyudi Anggoro Hadi, salah satu Lurah Desa terbaik di Indonesia. Bertempat di Syncore Building, Jalan Solo Km. 9,7 Yogyakarta. Acara ini akan di moderatori langsung oleh Rudy Suryanto, selaku penggerak BUMDes dan founder Bumdes.id.

Bagi sahabat Bumdes yang berkomitmen untuk mengembangkan desa silakan mengikuti acara penuh inspirasi ini. Jadilah bagian dari keluarga Bumdes.id, bergabung membangun desa dengan 7 angkatan TOT yang sudah tersebar se-antero negeri. Mari tumbuhkan, kembangkan dan kuatkan BUMDes di bumi pertiwi. Salam BUMDes!