Kominfo: Selama Puluhan Tahun Tujuh Desa di Sulawesi Tidak Mendapat Akses Telepon, Kini Teratasi

“Komunikasi dan masyarakat adalah dua kata kembar yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Sebab tanpa komunikasi tidak mungkin masyarakat terbentuk, sebaliknya tanpa masyarakat maka manusia tidak mungkin dapat mengembangkan komunikasi.” –Wilbur Schramm.

Syncoreconsulting.com – Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan akses komunikasi untuk selalu terhubung dengan manusia lainnya. Komunikasi menjadi jembatan pertukaran informasi antar manusia dari lingkup keluarga sampai lintas negara. Di era sekarang, berkomunikasi bisa dilakukan dimana saja menembus ruang dan waktu. Untuk berkomunikasi jarak jauh memerlukan akses telekomunikasi, dimana salah satunya adalah pemanfaatan telepon.

Selama puluhan tahun, masyarakat di tujuh desa pelosok Kab. Tabalong tidak dapat memanfaatkan akses telekomunikasi seperti yang kita rasakan selama ini. Namun, kini ketimpangan hak sosial itu telah teratasi oleh sinergitas beberapa komponen lembaga yang peduli dengan negeri ini.

Dirjen SDPPI (Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika) Kementerian Kominfo, Ismail bekerjasama dengan PT XL Axiata menyelenggarakan program pembangunan BTS (Base Transmission Station) di desa-desa terpencil dan tertinggal. BTS untuk daerah terpencil ini dibangun di tiga kecamatan yang tersebar di tujuh desa. Masing-masing untuk kecamatan Jaro berada di Desa Purui. Kecamatan Muara Uya di Desa Binjai, Desa Sei Kumap dan Desa Salikung. Untuk Kecamatan Bintang Ara berada di Desa Panaan, Desa Hegarmanah dan Desa Dambung

Dalam kesempatan peresmian difungsikannya BTS pada 23 Januari bulan lalu, Ismail, menyampaikan dengan keberadaan BTS di tujuh titik ini bisa membantu warga setempat dalam rangka meningkatkan ekonomi. “Jadi adanya BTS ini tidak hanya untuk komunikasi dengan sanak saudara, tetapi juga bisa membantu mensejajarkan kecerdasan anak, atau membantu petani untuk meningkatkan pendapatan,” ujarnya dihadapan hadirin dan awak media.

Dilansir dari Kominfo.go.id, Bupati Kabupaten Tabalong, H Anang Syakhfiani juga menyatakan rasa senang dengan adanya pembangunan tujuh BTS ini. Bupati berharap dengan hadirnya kemudahan akses telepon ini menjadikan potensi ketujuh desa bisa lebih terangkat.

Sinergi antar stakeholder akan menjadikan pembangunan di desa dan daerah terpencil Indonesia akan lebih cepat terealisasi. Hal ini sejalan dengan nawacita presiden Jokowidodo, dimana membangkitkan perekonimian Indonesia dari bawah. Pembangunan dari desa, menuju kebangkitan ekonomi Indonesia.