Puskesmas Kabupaten Karawang Menuntut Ilmu Penyusunan RBA melalui Workshop BLUD

Syncoreconsulting.com – “BLUD itu bagaikan mahluk yang hidup di dua alam jika melihat  dari tugas dan wewenang pejabat”, kata Niza Wibyana Tito selaku consultant dari Blud.co.id. bisa dikatakan hidup di 2 alam karena BLUD sebagai UPTD dan SKPD yang diberi fleksibilitas. Hal yang membedakan adalah dalam pembuatan RBA dan RKA.

Rencana Bisnis Anggaran atau lebih dikenal dengan RBA, merupakan sebuah dokumen perencanaan bisnis dan penganggaran tahunan yang berisi program, kegiatan, standar pelayanan minimal, target kinerja dan anggaran BLUD. Setelah menerapkan PPK-BLUD, maka istilah Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) berubah menjadi RBA.

RSB dan RBA merupakan fungsi dari perencanaan dalam BLUD. Dari perencanaan-perencanaan ini kemudian akan menimbulkan pelaksanaan. Penerapan PKK-BLUD memang berpengaruh dan memiliki efek positif dari perspektif pencapaian keuangan. BLUD diharapkan dapat 100% membiayai dirinya sendiri. Namun, bukan berarti ada pemberhentian subsidi pemerintah, tapi setidaknya dapat melakukan efisiensi. Dalam hal ini, dapat menjadi perhatian khususnya Puskesmas yang sudah menerapkan BLUD.

Peserta melakukan senam bola menggelinding

Selasa, 10 April 2018, Workshop Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Usaha Daerah (PPK – BLUD) Puskesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang oleh Blud.co.id telah memasuki hari kedua. Pada awal acara, para peserta diajak untuk senam bola menggelinding yang selalu dilakukan di setiap pelatihan yang diselenggarakan Blud.co.id. Dengan gerakan yang sederhana, diharapkan dapat mengusir rasa kantuk peserta di pagi hari.

Dalam sesi acara hari kedua yang bertempat di Hotel TARA Yogyakarta ini, peserta masih melakukan praktik penyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA) yang berkelanjutan dari sesi terakhir hari sebelumnya. Dalam melakukan input data di software kabkarawang.simpuskesmas.id, peserta diarahkan oleh Niza Wibyana Tito, M.Kom., MM.  dan didampingi oleh Tim Blud.co.id. Rencana Kegiatan Anggaran (RKA) peserta Puskesmas diinput ke dalam database software yang telah dibuka dari masing-masing laptopnya.

Niza Wibyana Tito, M.Kom., MM mendampingi peserta

 

Tim Blud.co.id memandu peserta dalam input data

 

Niza Wibyana Tito menjelaskan mengenai langkah melakukan input data menggunakan software kabkarawang.simpuskesmas.id. adapun langkah – langkahnya sebagai berikut:

  1. Masuk ke kabkarawang.simpuskesmas.id
  2. setelah masuk website nanti login klik Murni, akan muncul database Kabupaten karawang
  3. Kemudian masukkkan nama pengguna dan passwordnya
  4. Setelah input masuk ke input data RBA
  5. Ada 6 yang muncul setelah kita klik RBA
  6. Untuk pertama kali boleh kita klik ‘Pagu sumber dana’. Pagu sumber dana ini merupakan besaran yang akan dirinci di RBA dari Kapitasi, Non Kapitasi, dan retribusi.
  7. Masukkan saja sumber dana didatabasenya sesuai dengan kolom yang tersedia
  8. Setelah pagu sumber dana dimasukkkan lanjut ke Pagu Sumber Kegiatan
  9. Masukkan Nilai yang sesuai dengan database yang tersedia
  10. Setelah itu masuk database biaya
  11. Untuk yang pertama pilih kegiatannya terlebih dahulu, hasil mapping dari 3 neraca belanja (Modal, Pengadaan barang dan Jasa, Biaya pegawai) yang sebelumnya sudah dilakukan sesi ke 2 bisa tampilkan rekapannya. Setiap menu ketika kita tambahkan maka akan tersimpan dan terekap secara otomatis. Dan hasil rekapannya adalah hasil laporan yang sesuai dengan Permendagri

Beberapa input data yang dilakukan diantaranya pagu sumber dana, pagu pendapatan, pagu biaya dan kegiatan, dan dilanjutkan input data pelaporan yang secara praktis bisa diinput ke dalam database. Rekap input data yang direview kembali oleh tim BLUD.

Pagu sumber dana merupakan input dari pendapatan dana kapitasi, non kapitasi, dan retribusi yang diproyeksikan dalam satu tahun kedepan. Hal tersebut berlaku juga pada pagu kegiatan. Kemudian, semua input masuk kedalam rekap laporan keuangan yang akan ditampilkan dari masing-masing Puskemas Kabupaten Karawang ini.

Dengan software ini, pelaksanaan input dokumen yang dilakukan dengan sistem informasi akan berujung pada format laporan keuangan yang lebih terverifikasi daripada melakukan input secara manual. Perbandingan lainnya adalah dalam hal efisiensi. Input data ini dilakukan menggunakan kabkarawang.simpuskesmas.id hanya satu kali saja sudah dapat menghasilkan sebuah laporan, sedangkan input manual dilakukan secara satu per satu.

Sesi selanjutnya, Niza Wibyana Tito memaparkan secara keseluruhan isi pelaporan Rencana Bisnis Anggaran (RBA). Susunan RBA terdiri dari 5 Bab yang meliputi sebagai berikut :

  • Bab 1; berisi tentang profil Instansi meliputi sejarah, visi misi, manfaat, jenis layanan, susunan pejabat pengelola
  • Bab 2; mengenai Kinerja BLUD yaitu kinerja pada tahun yang sedang berjalan dan faktornya yang mempengaruhi pencapaian kinerja, baik dari kondisi pelayanan, kondisi keuangan, dan semua kondisi ini berhubungan dengan Analisis SWOT yang keseluruhannya di amati baik dari terkait analisis Internal maupun dari analisis eksternal.  Untuk Bab 2 ini dikhususkan untuk yang belum berstatus sebagai BLUD.
  • Bab 3; berisi tentang RBA. Perlunya menggunakan analisis SWOT yang dilihat dari faktor Internal yaitu aspek pelayanan, aspek keuangan, aspek SDM, dan Aspek Sarana dan Prasarana. Sedangkan faktor eksternal yaitu aspek kondisi geografi. Setelah membuat analisa SWOT, ada pengelompokkan lagi menjadi IFAS, mana yang menjadi kekuatan dan kelemahan baik secara faktor internal maupun faktor Internal. Dana terakhir setelah dianalisa kemudian dilakukan scoring (Point) yang nantinya akan dilihat dari analisa yang sudah dibuat. Dalam Bab 3 ini merupakan Bab yang terinput dari data – data pelaporan yang sudah dibuat dari database kabkarawang.simpuskesmas.id.
  • Bab 4; berisi proyeksi laporan di masa yang akan datang. Proyeksi neraca dan Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) yang sudah diisi di Software dimasukkan ke dalam Bab 4
  • Bab 5; mengenai kesimpulan dan saran. Hal ini bertujuan untuk perbaikan ke depannya.

 

H. Dadang Jaelani, Kasubag TU Puskesmas Tirtamulya

“dengan menggunakan aplikasi ini, dapat memudahkan kami dalam melakukan input data  yang jauh lebih simple. Selain itu, laporan penyusunan RBA dibuat dengan lebih efisien dibandingkan sebelumnya yang diinput secara manual karena data yang sudah masuk di aplikasi tinggal dicopy paste menjadi sebuah laporan RBA”, kata Dadang Jaelani selaku Kasubag TU Puskesmas Tirtamulya.

Pelatihan hari ini ditutup materi Alur penerimaan. Niza Wibyana Tito menyampaikan konsep penerimaan BLUD dimana segala bentuk kas yang diterima oleh BLUD pada periode tertentu diakui sebagai penerimaan BLUD pada periode tersebut. melalui materi yang diberikan ini, harapannya peserta dapat menyusun SPTJ pendapatan/penerimaan dengan Software Syncore BLUD.