Jokowi Turunkan Pajak UMKM Menjadi 0,5 Persen, Iklim UMKM Semakin Bersahabat.

Syncoreconsulting.com –Indikator kesejahteraan masyarakat dapat diamati dari kemandirian masyarakat mengelola sumber daya yang ada. Baik dari sumber daya manusia atau sumber daya alamnya. Pada negara maju, kita melihat bagaimana pereknomian didominasi dari sektor industri –padat modal. Sedangkan di negara berkembang kerap kita temui perekonomian masyarakatnya bergerak pada bidang padat karya.

Baik padat modal maupun padat karya hal yang dapat digaris bawahi disini adalah sama-sama menggerakkan roda perekonomian suatu negara. Kredit lebih kita berikan kepada mereka yang berani menumbuhkan perekonomian untuk menjadi seorang pengusaha. Seperti dorongan dari pemerintah kepada pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) patut di apresiasi.

Usaha Mikro, Kecil dan Menengah memiliki peranan penting dalam perekonomian di Indonesia. Menurut data Bank Indonesia, UMKM memiliki proporsi sebesar 99,99% dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia, menyumbang PDB sekitar 60%.

“Negara kita ini membutuhkan entrepreneur yang harusnya tiap tahun meningkat. Hampir di semua negara maju memang standarnya memiliki entrepreneur di atas 14 persen. Kita sekarang ini angkanya masih 3,01 persen,” kata Presiden kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (05/04/2018).

Survai Kegiatan Dunia Usaha Bank Indonesia menunjukkan adanya indikasi peningkatan kegiatan usaha yang ditunjukkan dengan peningkatan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) dari triwulan sebelumnya. Survai ini dilakukan kepada 3.200 perusahaan kelas menengah ke atas.

Peningkatan SBT terjadi utamanya di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan, dan sektor industri pengolahan ungkap Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik BI, Yati Kurniati.

“Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (triwulan IV, 2017), memang ada indikasi peningkatan kegiatan dunia usaha dari 7,40 persen menjadi 8,21 persen,” ujar Yati dalam pemaparannya kepada awak media di Gedung Bank Indonesia, Kamis (12/4/2018). “Dalam siklus triwulanan memang selalu seperti ini, hasil survai triwulan I akan menunjukkan indikasi yang lebih baik dari triwulan IV tahun sebelumnya,” Yati menambahkan.

Bersamaan dengan peningkatan kegiatan usaha, kapasitas produksi terpakai dan perkembangan tenaga kerja juga mengalami peningkatan. Tingkat penggunaan kapasitas utilisasi secara rata-rata sebesar 76,27 persen, meningkat dari sebelumnya 75,05 persen. Sementara untuk peningkatan perkembangan tenaga kerja menunjukkan perbaikan kontraksi, dari SBT jumlah tenaga kerja triwulan IV 2017 sebesar -0,89 persen menjadi -0,88 persen di triwulan I 2018 ini. Kondisi keuangan pada triwulan I tahun 2018 ini cenderung masih terjaga.

Angka 3,01 persen yang dijelaskan Jokowi diatas menunjukkan bahwa dunia entrepreuner di Indonesia ini masih terbuka lebar. Salah satu kebijakan pemerintah yang dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan UMKM adalah penurunan jumlah pajak penghasilan cukup dengan membayarkan 0,5 persen saja per tahun.

One Reply to “Jokowi Turunkan Pajak UMKM Menjadi 0,5 Persen, Iklim UMKM Semakin Bersahabat.”

Comments are closed.