Pemerintah Kabupaten Karawang Dukung Puskesmas Setempat Terapkan BLUD

Sejumlah SKPD atau UPT pada SKPD telah menerapkan PPK-BLUD (Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah) semenjak dikeluarkannya Permendagri No. 61 Tahun 2007 Tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Penerapan PPK BLUD ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta mewujudkan penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah dan/atau pemerintah daerah dalam memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pola pengelolaan keuangan (PPK – BLUD) memberikan fleksibelitas berupa keluasaan untuk menerapkan praktek-praktek bisnis yang sehat. Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mendukung Puskesmas setempat untuk menerapkan PKK-BLUD. Hal itu terlihat dari pendampingan yang dilakukan Dinas Kesehatan terhadap Puskesmas Kabupaten Karawang melalui pelatihan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD.

Rabu, 11 April 2018 merupakan hari ketiga bagi 27 Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang dalam mengikuti Workshop Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) BLUD di Hotel TARA Yogyakarta. Acara yang diselenggarakan oleh BLUD.co.id ini berlangsung selama 3 hari yaitu 9 – 11 April 2018. Niza Wibyana Tito, M.Kom., MM. dan Ir. Bejo Mulyono, MML. menjadi pemateri pada perhelatan di ruang indoor tersebut.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, dr. H. Nurdin Hidayat, menyatakan bahwa dalam pelaksanaan BLUD, perlu peningkatan SDM dengan  melalui workshop sehingga setiap Puskesmas terampil dalam pengelolaan keuangan BLUD. Kegiatan ini telah direncanakan oleh dinas kesehatan kabupaten karawang sebagai salah satu kegiatan untuk mensukseskan BLUD di kabupaten karawang.

dr. H. Nurdin Hidayat, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang (Tengah, Coklat)

“terus terang saja kabupaten karawang sudah mencanangkan bahwa BLUD kabupaten karawang harus terlaksana. Oleh karena itu, diperlukan skill serta keterampilan dalam rangka mengelola keuangan terutama untuk laporan tahunan. Keberhasilan dari suatu BLUD bukan hanya dari segi pelayanan, akan tetapi dari pelaporan keuangan harus ditata dengan baik”, terang dia.

Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang turut mendampingi Puskesmas dalam kunjungannya menimba ilmu ke Jogja. dr. Anisah, MEP selaku Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mengemukakan bahwa BLUD ini sudah berjalan selama 2 tahun, namun dalam melaksanakan konsep pengelolaan keuangan yang baru mereka terima masih belum maksimal.

dr. Anisah, MEP, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Primer Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang (merah muda)

“saya mendengar adanya Syncore yang akan mempermudah Puskesmas dalam hal penerapan BLUD, maka saya tertarik untuk melakukan pelatihan di jogja. Ternyata kepala puskesmas semangat mengikuti pelatihan selama 3 hari disini dengan beberapa materi yang diberikan, peserta tidak beranjak dari tempat karena dikemas dengan sangat tepat”, jelas Anisah.

Salah satu Kepala Seksi di Dinas Kesehatan Karawang tersebut menambahkan bahwa tahun ini tidak hanya 27 puskesmas yang mengikuti pelatihan, akan tetapi 50 puskesmas di kabupaten karawang yang sudah menerapkan BLUD . “karena banyaknya Puskesmas dan peserta yang mengikuti, kita menjadi 2 gelombang, yang pertama terdiri dari 27 puskesmas, gelombang 2 terdiri 23 puskesmas yang rencananya akan dilakukan minggu depan di jogja”, katanya.

Harapan tertuang dari benak Anisah, “karena ini masih dalam pendampingan, kami menginginkan syncore tetap mendampingi kita sampai selesai. Kalau bisa per semester hadir ke karawang untuk melihat perkembangan sampai sejauh mana kemampuan kabupaten karawang dalam menerapkan BLUD”, pungkas dia.

Tidak lupa, Nurdin Hidayat juga menyampaikan harapannya kepada Puskesmas di Kabupaten Karawang. “semoga penerapan BLUD dapat berjalan dengan baik, tanpa ada hambatan. dalam artian laporannya bagus, akuntabilitasnya bisa dipercaya, karena saya tahu di dalam puskesmas mayoritas tenaga kerjanya di bidang kesehatan. Mudah-mudahan semuanya terlaksana dengan baik  serta terdokumentasikan dan tidak ada hambatan”, tutupnya.