Workshop Pola Pengelolaan Keuangan BLUD Puskesmas Kab. Karawang, Hari ke-2 Peserta Diajak Menyusun RBA dan RSB dengan Aplikasi

Syncoreconsulting.com –Memasuki hari ke-2 seluruh peserta mengawali pagi dengan meng-input data Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA) serta Rencana Strategis Bisnis. Tepat pukul 08.30 WIB workshop dimulai, seluruh konsultan BLUD.co.id memandu berjalannya proses input data guna menghindari kesalahan teknis.

Pelatihan oleh BLUD.co.id yang bekerjasama dengan Syncore Training Center ini tengah melakukan workshop dengan peserta perwakilan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas se-Karawang. Acara yang dihelat selama tiga hari ini diadakan di Hotel Tara Yogyakarta, dan dihadiri sebanyak 106 peserta.

Niza Wibyana Tito, M.Kom., MM. selaku konsultan BLUD menjelaskan, bagaimana step demi step yang harus dilalui dalam meng-input data. Input data yang dilakukan peserta cukup mudah karena dibantu dengan hadrinya software pengelolaan keuangan. BLUD.co.id merupakan perusahaan konsultan BLUD yang telah berhasil mengembangkan aplikasi Pengelolaan Keuangan berbasis online. Aplikasi ini seperti akuntan profesional yang akan memandu kita dengan sangat mudah dan bisa dilakukan darimana saja.

Baca juga: Syncore Training Center Gelar Pelatihan Pengelolaan Keuangan BLUD

Selain merancang Bisnis dan Anggaran, para peserta juga dipandu bagaimana langkah demi langkah untuk menyusun Rencana Strategis Bisnis. DIrektur Syncore Indonesia tersebut juga menjelaskan bagaimana kiat menyususn RSB. Ia memaparkan, isi dari dokumen RSB layaknya harus terdiri dari Gambaran Organisasi, Capaian Kinerja, Analisis Lingkungan, dan Rencana Strategis 5 Tahun Kedepan.

Sedangkan langkah menyusun RSB, kiatnya bisa dengan diagnosis organisasi. Adapun rincian pembagian didalamnya terdiri dari Analisis Faktor External dan Internal, Membuat Visi dan Misi, Analisis SWOT, kemudian merencanakan isu pengembangan kedepan.

Baca juga: 106 Pengurus Dinkes & Puskesmas Kab. Karawang Angkatan ke-2 Mengikuti Workshop Pola Pengelolaan Keuangan BLUD Bersama BLUD.co.id

Pada saat melakukan pendampingan teknis praktik aplikasi, Tito selalu mewanti-wanti agar seluruh peserta yang kurang paham untuk bertanya. Ketika sudah dirasa mampu, maka proses input data dapat dilakukan secara bersamaan secara efisien. “Jadi paling tidak nanti minimal sudah di input datanya 50% pada saat pelatihan ini, karena sudah bisa, sisanya nanti bisa dilanjutkan teman-teman pada saat sudah di Karawang,” ungkapnya.