Pasca Pelatihan BLUD: Tindak Lanjut Dinkes Kab. Karawang Mematangkan Status BLUD

“Sudah ada pergub tentang pengelolaan dan sudah ada juga pergub tentang tarif dan jasa untuk mengakomodir teman-teman tenaga PNS dan non tenaga PNS. Itu salah satu PR kita bulan April ini.”

Syncoreconsulting.com – Usai workshop Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK BLUD), rupanya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karawang sudah menyiapkan beberapa aksi nyata.

Tim BLUD.co.id turut berbahagia melihat keseriusan Dinkes dan seluruh unit Puskesmas Kab. Karawang untuk mengoptimalkan BLUD. Perjalanan Dinkes Kab. Karawang bisa dibilang cukup berliku-liku dalam mengubah status Puskesmasnya dari Non BLUD menjadi BLUD. Upaya Dinkes untuk mendapatkan status Puskesmas BLUD sudah dilakukan sejak tahun 2014. Barulah pada tanggal 1 Maret tahun ini, resmi ditetapkan menjadi BLUD oleh Pemerintah Kabupaten Karawang.

“Teman-teman dari Puskesmas tolong untuk segera mengumpulkan data diri dan memilih perwakilan tiga tenaga teknis untuk mengelola BLUD. Karena kami akan kirimkan dan dibuat Surat Keputusan (SK) bupatinya,” Rusli Gunawan, SKM., MM.Kes., dalam penutupan workshop PPK BLUD di Hotel Tara Yogyakarta, Rabu (18/4).

Baca juga: Universitas Negeri Gorontalo: Terus Memantapkan Diri dalam Pola Pengelolaan BLU Berbasis Good University Governance

Rusli melanjutkan, setelah SK bupati turun seluruh Puskesmas di Karawang harus membuat SK untuk melantik bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran. Hal ini tentu saja diilhami Dinkes setelah mengikuti workshop selama tiga hari tersebut.

(dari kiri) Gunawan, SKM., MM.Kes. bersama Niza Wibyana Tito, M.Kom., MM.

Merupakan bagian pelayanan yang diberikan oleh BLUD.co.id, untuk memberikan pendampingan jarak jauh berbasis daring. BLUD.co.id memberikan pendampingan selama satu tahun secara gratis kepada seluruh peserta workshop PPK BLUD melalui Whatsapp Group (WAG). “Karena kita sudah punya media via Whatsapp Group, jadi misalnya ada yang masih bingung tentang BLUD bisa ditanyakan kepada tim konsultan BLUD.co.id,” ucap pria yang menjabat Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kab. Karawang tersebut.

Berkaitan dengan aplikasi Syncore  BLUD, karena semua peserta sudah bisa menggunakannya, Rusli menghimbau untuk menerapkannya selepas  pelatihan itu. Kaitannya dengan aplikasi ini, “Per April ini, Puskesmas menyusun dokumen dan RBA 2019 karena akan ada forum pertemuan lagi,” tambahnya.

Baca juga: Pelatihan BLUD: Dinkes dan Puskesmas Karawang Ikuti Workshop Pola Pengelolaan Keuangan BLUD Bersama BLUD.co.id (Gelombang 2)

Tentang agenda kegiatan, pimpinan bidang pelayanan kesehatan tersebut mengungkapkan, “Puskesmas sudah bisa mencairkan kegiatan operasional kecuali jasa, sebetulnya SK bendahara sudah ada tapi yang lama, jadi sambil kita tunggu SK baru yang akan dibuat (dijalankan dulu kegiatannya),” ucapnya.

Usai workshop di Jogja, rupanya masih banyak agenda lain untuk mematangkan pengelolaan Puskesmas di Karawang, “Bulan Mei ada pertemuan lagi yang akan dipimpin Bu Anisa (Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Primer Dinkes Karawang), sekaligus menyusun rencana untuk 2019. Draft2nya sudah ada, bagian hukum juga sudah ada, dengan Bupati juga sudah ada hanya waktunya aja yang belum sempat,” pungkas Rusli.