Kominfo: Ayo! Pegiat UMKM Jualan Online

Syncoreconsulting.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjalin kerjasama dengan pemangku kepentingan guna mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan teknologi internet. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing pelaku UMKM di zaman digital ini.

Dalam sinergitas tersebut, turut bergabung marketplace, kementereian dan berbagai lembaga terkait. Mereka para marketplace tersebut diantaranya adalah Blibli.com, Lazada, Shoopee, Tokopedia, Bukalapak dan Blanja.com. Keenam marketplace itu berkolaborasi dengan  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Kominfo, Kementerian BUMN,  Kementerian Perindustrian, dan Badan Ekonomi Kreatif.

Kolaborasi tersebut diawali dengan acara pencanangan Gerakan Nasional Ayo! UMKM Jualan Online. Kumpul, Kembangkan Bisnismu, Perluas Pasarmu. Kegiatan itu akan berlangsung hari ini, Selasa (24/04/2018) di Thamrin City, Lobby Mezzanine Lt. 1, Jakarta Pusat.

Baca juga: Jokowi Turunkan Pajak UMKM Menjadi 0,5 Persen, Iklim UMKM Semakin Bersahabat. 

“Saat ini UMKM kita belum banyak yang masuk ke pasar digital. Kita ingin semakin banyak UMKM yang menjual produknya secara online. Kita punya target di tahun 2020 nanti ada 8 juta UMKM yang bisa membanjiri pasar digital kita,” ungkap Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo (Aptika), Semuel Abrijani Pangerapan.

Gerakan Nasional Ayo! UMKM Jualan Online, merupakan media untuk berbagi pengalaman dan kiat mengembangkan bisnis. Hadir beberapa pegiat UMKM yang telah berhasil memasarkan produknya dengan media daring diantaranya, Indra Bekti yang memiiliki UMKM Cirebon Sultana dan  Meisya Siregar dengan UMKM Rendang Nantulang. Ada pula Tya Ariestya (Kinda Cake), Baim Wong (Bakmi Wong), Kris Samuel (perlengkapan outdoor) dan Anggun Kasturi (Pisang Sale). Akan hadir pula pelaku UMKM Kain Tenun, peternak kambing dan pengrajin wayang.

Baca juga: Bagaimana Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Menyambut Gegap Gempita Making Indonesia 4.0?

“Di tahun 2020 juga kita ingin transaksi online kita bisa mencapai Rp1.750 Triliun. Porsi ini juga harus diambil oleh UMKM, jangan hanya perusahaan-perusahaan besar ataupun perusahan dari luar saja. UMKM kita harus terus didorong,” kata Semuel. Melalui sinergisitas pemangku kepentingan (stake holder), Kementerian Kominfo menjadikan Indonesia sebagai salah satu pelaku ekonomi digital dengan pilar utama UMKM.

Menurut Dirjen Aptika pada Tahun 2020 diperkirakan pengguna internet di Indonesia bisa mencapai 170 juta. Berlandaskan data tersetbut, bukan hal yang tidak mungkin target transaksi Rp1.750 Triliun bisa tercapai. Ungkap Samuel, Kalau 50% saja konsumen yang punya platform buying itu 85 juta. Kita anggap penghasilannya itu 50 juta, 20%nya saja sudah sekitar 15 juta.

Baca juga: Kominfo: Selama Puluhan Tahun Tujuh Desa di Sulawesi Tidak Mendapat Akses Telepon, Kini Teratasi

“Kualitas kita cukup bersaing, apalagi kita memiliki produk-produk yang artisan, artinya perlu sentuhan artist di dalamnya. Contohnya kerajinan, kaosnya pun harus ada gambar-gambar yang menarik. Ini adalah keunggulan kita. Kita pun punya banyak sekali talenta-talenta untuk hal ini,” tutur Dirjen Semuel.

Salah satu hal yang membedakan produk Indonesia dengan produk asing terletak dari nilai seni yang tertuang di dalamnya. Seabrek kebudayaan dari Sabang sampai Merauke menghasilkan ribuan karya seni yang khas. Sentuhan budaya menjadikan suatu produk memiliki benefit tersendiri. Hal ini menunjukkan talenta lokal pegiat UMKM di Indonesia tidak bisa diremehkan.