Menristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Gunakan Sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan Online Learning

Syncoreconsulting.com – era revolusi industri 4.0 atau revolusi industri ke empat mengalami perkembangan teknologi yang sangat cepat. Perguruan tinggi di Indonesia perlu mengantisipasinya dengan melakukan penyesuaian kurikulum dan metode pendidikan yang harus mengikuti perkembangan teknologi serta informasi dikarenakan semakin kompetitifnya iklim bisnis.

Integrasi pemanfaatan kecanggihan teknologi dan internet dengan bidang industri merupakan gambaran dunia kerja di era revolusi industri 4.0 yang karakteristiknya meliputi digitalisasi, optimalisasi dan kustomasi produksi, otomasi dan adaptasi, human machine interaction, value added services and business, automatic data exchange and communication, serta penggunaan internet.

Lebih dari itu, pada era industri generasi keempat ini, ukuran besar perusahaan tidak menjadi jaminan, namun kelincahan perusahaan menjadi kunci keberhasilan meraih prestasi dengan cepat. Hal ini ditunjukkan oleh Uber yang mengancam pemain-pemain besar pada industri transportasi di seluruh dunia atau Airbnb yang mengancam pemain-pemain utama di industri jasa pariwisata. Ini membuktikan bahwa yang cepat dapat memangsa yang lambat dan bukan yang besar memangsa yang kecil.

Senin, 16 Apr 2018, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menggelar pertemuan dengan pimpinan 90 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tergabung dalam Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) di Kampus Universitas Terbuka, Tangerang Selatan. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas Sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan ‘Online Learning’ pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.

Dilansir dari ristekdikti.go.id, Menristekdikti mengatakan bahwa pendidikan tinggi di Indonesia harus melakukan perubahan dengan melaksanakan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang bertujuan untuk mengantisipasi perkembangan dunia yang begitu cepat.

”Tampaknya kita tidak bisa menunggu lagi, kita harus melakukan perubahan. Perubahan itu harus kita lakukan pada ‘disruptive technology era’, dan kita bisa memanfaatkan peluang yang baik. Di Eropa dan Amerika terkenal dengan istilah revolusi industri 4.0, namun beda lagi di China, mereka mengenal istilah “Made in China 2025”. Jadi target mereka di tahun 2025 semua dunia menggunakan produk negeri Tiongkok,” ujar Menteri Nasir dihadapan para pimpinan PTN di Universitas Terbuka Convention Center, Tangerang Selatan.

“Negara lain sudah mengembangkan ekonomi kelas dunia, disinilah peran pendidikan tinggi di Indonesia agar dapat mengisi pembangunan yang ada di negeri ini,” tambahnya

Baca juga: Kemenkop dan UKM Berharap Perkoperasian Menjadi Materi Studi Magister Kenotariatan Perguruan Tinggi Negeri

Menurut Menteri Nasir, PJJ harus tetap memperhatikan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi. “sistem PJJ harus diawasi dan didampingi cara pengelolaan sistem PJJ,  bagaimana sistem pendidikan, sistem pemberian tugas, serta sistem penjaminan mutu, yang merupakan bentuk dari cyber university,” pungkas dia

Dalam acara tersebut turut dihadiri oleh Rektor dan Wakil Rektor dari 90 PTN yang tergabung dalam Majelis Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI), Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Intan Ahmad dan, Staf Ahli Menteri Bidang Akademik Paulina Pannen, serta tamu undangan lainnya.

One Reply to “Menristekdikti Dorong Perguruan Tinggi Gunakan Sistem Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan Online Learning”

Comments are closed.