Potensi Dana Desa Kurangi Angka Penderita Stunting

Syncoreconsulting.com – Stunting, mungkin sebagian masyarakat Indonesia masih asing dengan istilah stunting. Pengertiannya sendiri ialah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama yang diakibatkan pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Potensi Stunting mulia timbul sejak janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Penderita dari stunting ini dicirikan oleh tubuhnya mudah sakit dan memiliki postur tubuh tak maksimal saat dewasa.

Berdasarkan data yang dihimpun dari WHO, Indonesia menduduki peringkat ke lima dunia untuk jumlah anak dengan kondisi stunting. Lebih dari sepertiga anak berusia di bawah lima tahun di Indonesia tingginya berada di bawah rata-rata. Bahkan, kasus stunting di Indonesia semakin meningkat. Pada 2013 persentase penderita stunting sebesar 37,2 persen.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) turut aktif menangani permasalahan stunting di desa-desa dengan mengarahkan dana desa untuk empat program prioritas yang dinilai bisa berdampak pada penurunan angka stunting atau kekurangan gizi akut.

Hasilnya dapat dilihat di Kabupaten Gorontalo. Jumlah kasus stunting berhasil turun. Berdasarkan laporan dari Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo, pada tahun 2015 tercatat 40 persen bayi stunting dan pada tahun 2017 menurun jadi 24 persen. Angka tersebut telah melampaui target RPJMD yakni sebesar 28 persen.

Dilansir dari kemendesa.co.id, Mendes PDTT Eko Sandjojo dalam kunjungan kerja di Kabupaten Gorontalo, mengungkapkan akan terus  menekan angka stunting meskipun berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan sudah mengalami penurunan 10 persen.

“ada tiga hal yang bisa mempengaruhi stunting, yakni karena masalah ketidaktahuan masyarakat, masalah infrastruktur, dan kemiskinan,” terang Eko.

Menurutnya, kekurangan gizi juga dapat mengakibatkan kecerdasan penderita stunting terganggu. “Oleh karena itu, perhatikan sarana air bersih dan gizi buat anak juga diprioritaskan,” tambahnya.

Rasa optimis mengiringi Menteri Eko, bahwa dalam lima tahun yang akan datang jumlah angka penderita stunting bisa semakin diperkecil. Terlbeih lagi, pemerintah juga telah mengarahkan dana desa untuk empat program prioritas yang salah satunya adalah pembangunan embung. Pemberian bibit ikan pada setiap pembangunan embung akan berdampak pada pengurangan stunting karena ikan memiliki kandungan protein hewani.

“Jadi, tolong dana desanya digunakan untuk pembangunan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di desa yang dilakukan secara padat karya tunai. Sehingga dengan adanya ini, gizi masyarakatnya lebih bagus dan lingkungannya juga lebih bersih. Bersama-sama kita akan mengurangi potensi stunting secara drastis,” pungkas dia.