Tingkatan Daya Saing dan Kemandirian Bangsa dengan Audit Teknologi

Syncoreconsulting.com – Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan talk show bertajuk “Urgensi Audit Teknologi untuk Kemandirian Bangsa,” di Hotel Bidakara, Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wadah bertemunya stakeholders terkait pengembang, penggunaan dan pengambil kebijakan terkait teknologi yang bersifat strategis bagi kedaulatan bangsa. Acara ini dimaksudkan untuk membangun sinergi, pemahaman, dan awareness semua pihak tentang peran dan urgensi Audit Teknologi untuk kemajuan Iptek Nasional, khususnya  bidang infrastruktur dan pertahanan untuk mewujudkan kemandirian bangsa.

Dilansir dari ristekdikti.go.id, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan bahwa peran kontrol dan audit teknologi menjadi semakin krusial di tengah era digital, khususnya di dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. Audit Teknologi tidak dimaksudkan untuk mencari kesalahan, namun suatu upaya perbaikan yang dilakukan melalui proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif terhadap aset teknologi berupa tindakan, pemilihan, penerapan, analisis, dan evaluasi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara teknologi dengan kriteria atau standar yang telah ditetapkan.

“Substansi audit teknologi merupakan proses identifikasi, analisis dan evaluasi aset teknologi secara sistematis untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan, posisi terhadap kompetitor, status, kemampuan, potensi nilai komersial, kapasitas, prosedur dan kebutuhan, serta kemampuan inovasi dari organisasi/perusahaan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan,” ujar Nasir saat membuka Talkshow Urgensi Audit Teknologi Untuk Kemandirian Bangsa di Hotel Bidakara, Jakarta (9/5).

Baca juga: Dukungan Menristekdikti Terhadap Korelasi Sistem Dunia Pendidikan dan Dunia Usaha

Harapannya, pelaksanaan Audit Teknologi dapat juga dilakukan oleh Perguruan Tinggi atau lembaga lainnya, setelah melalui proses akreditasi. Dengan Audit Teknologi, disinyalir akan memberikan perspektif tentang urgensi, pemahaman substansi dan awareness stakeholders tentang audit teknologi untuk mendukung kemandirian bangsa.

Pada kesempatan yang sama Menteri PUPR yang diwakili oleh Kepala Balitbang Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga mengungkapkan Audit teknologi sangat diperlukan untuk menjamin daya saing dipasar internasional dan juga menjamin kualitas teknologi yang dihasilkan.

“Secara aplikasi Puslitbang PUPR telah  mengaplikasikan kegiatan audit teknologi melalui Penilaian Kesesuaian Teknologi (PKT) yang bertujuan untuk memastikan teknologi yang ditawarkan sesuai untuk diterapkan di Indonesia, dengan prinsip teknologi tersebut dapat memberi nilai tambah terhadap efektifitas dan efisiensi pembangunan infrastruktur serta tidak merusak lingkungan,” ungkap danis.

Acara yang diselenggarakan oleh Menristekdikti ini juga dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kemristekdikti Hari Purwanto, stakeholder inovasi dr K/L, BUMN, Pemerintah Daerah, Dunia Usaha, Perguruan Tinggi, dan Profesional.