Daya Juang Syncore dari Titik Nol

Syncoreconsulting.com – Sebagian besar orang memimpikan menjadi seorang pebisnis besar dan sukses. Namun, hanya sebagian kecil yang benar-benar hidup menjalani mimpi tersebut. Alasannya sederhana, merintis dan mengelola sebuah bisnis tidak semudah yang dibayangkan. Seseorang cenderung melihat keberhasilan yang telah dicapai orang lain tanpa memandang dari sisi perjuangan untuk meraihnya yang seringkali menemui jalan yang terjal.

Untuk membangun perusahaan dari titik nol hingga ke titik sukses, dibutuhkan waktu yang tidak singkat serta memerlukan fokus dalam memanfaatkan kesempatan sekecil apapun. Selain harus memiliki mental sekuat baja, ada hal penting lain yang harus dipersiapkan matang.

Seperti halnya Syncore, sebagai perusahaan yang memberikan layanan dibidang keuangan dengan mengedepankan teknologi, Syncore pernah merasakan kerasnya berjibaku dalam membangun bisnisnya. Perusahaan yang terletak diantara banyaknya bangunan di Jalan Raya Solo – Jogja itu awalnya berfokus pada jasa konsultasi. Seiring perkembangannya, Syncore kemudian merambah pada penyediaan system untuk kemudahan pencatatan transaksi keuangan. lebih dari itu, ada bidang Training yang terarah pada pengadaan pelatihan – pelatihan. Disusul oleh bidang media yang berinisiatif pada pengemasan informasi melalui website dan media sosial.

Dilansir dari wawancara dengan Niza Wibyana Tito, Direktur Syncore, Rata –rata membangun perusahaan dari nol hingga mencapai kesuksesan itu membutuhkan waktu 20 tahun.  Jika dikaitkan dengan usia produktif manusia (30 tahun), maka perusahaan hanya mempunyai satu kali kesempatan untuk mengukuhkan diri pada puncak kesuksesan.

“Jadi, intinya kalau kita membangun perusahaan itu harus fokus. tidak ada kesempatan kedua karena keterbatasan usia,” jelas Tito.

Perusahaan yang lahir di momentum yang tepat sangat menentukan kesuksesan perusahaan tersebut. Dikarenakan tidak dapat diulang untuk kedua kalinya, perusahaan harus memaksimalkan celah kesempatan pada setiap momentum yang ada. Kepekaan dalam menerjemahkan kebutuhan menjadi sebuah peluang adalah faktor penting dalam membentuk proyek bisnis perusahaan.

Sampai titik lelah

Tito menyatakan bahwa dalam membangun BLUD, salah satu divisi Syncore sangat menguras energi. Syncore terus gencar dalam melakukan perbaikan di berbagai sisi. Tujuannya tak lain hanya satu, menjadi yang terbaik.

“dulu membangunnya capek, bahkan babak belur. Membangun sistemnya sudah dua kali. Sistem yang sebelumnya sudah jadi dan dipakai akhirnya diganti total dari nol. Kalau orang setres itu setresnya di tingkat dewa. Kita membuat software yang baru jadi, langsung digunakan untuk pelatihan selama 3 hari. Jadi, programernya stand by disitu melakukan coding live,” ungkap dia.

Usaha tidak pernah menghianati hasil. Ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kerja keras Syncore dalam merintis bisnisnya dari nol hingga sampai sekarang. Berbagai kebutuhan sudah disiapkan sedemikian rupa sehingga pelayanan optimal dapat diberikan yang berujung kepuasan klien.

“kalau sekarang sudah stabil. Misalkan besok ada yang minta pelatihan, kita bisa memenuhi permintaan tersebut. BLUD terus berusaha melengkapi paket pendampingan, dalam waktu ini BLUD berada dalam tahap membuat dokumen,” terang Direktur Syncore itu.

Baca juga: Bersama BLUD.co.id, 27 Puskesmas Kabupaten Karawang Diajarkan PPK BLUD dan Penyusunan RSB & RBA

Menurut Tito, ada 10.000 Puskesmas yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Banyaknya jumlah tersebut masuk dalam radar target jangkauan Syncore dalam memberikan pelatihan hingga pendampingan Puskesmas untuk menerapkan BLUD.

“makanya kalau kita (Syncore BLUD) tidak mendapatkan 1000 puskesmas (dalam kurun waktu satu tahun) itu rasaya aneh, dikarenakan jumlah tersebut merupakan 10 % dari seluruh puskesmas yang ada di Indonesia. Sekarang kita sudah memiliki klien sebanyak 395 Puskesmas terhitung dari awal tahun 2017. Dan kini tim BLUD sudah terbiasa menangani klien sebanyak itu,” kata dia.

Melebarkan sayap

Pada akhir bulan Maret 2018, Syncore mengadakan kegiatan tour di dua negara Asia; Malaysia dan Singapura, yang bertajuk Syncore Goes to ASIA. Sesuai dengan misi Syncore yaitu, menciptakan bisnis-bisnis baru melalui kegiatan konsultasi dan training pengelolaan usaha pada 5 bidang yang meliputi Keuangan, SDM, IT, Media dan Properti.

Syncore Goes to Asia 2018

Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini ialah untuk memperlebar cakrawala akan ide-ide, gagasan dan peluang-peluang baru terkait dunia usaha. Pengalaman baru yang telah didapatkan akan dibagikan kepada pelaku-pelaku usaha di Indonesia dalam mengembangkan produk atau jasanya untuk menembus Pasar internasional, khususnya di Asia Tenggara.

“Kegiatan tour kali ini bukanlah yang pertama dan terakhir. Kedepan kita akan menyelenggarakan kegiatan serupa ke Negara-negara lain di Asia.” Pungkas dia.