Gelar Kajian di Bulan Ramadhan, Syncore terus Bergerak

Syncoreconsulting.com – Bulan Ramadhan merupakan bulan yang paling dirindukan oleh umat muslim. Mereka berlomba-lomba dalam kebaikan dan menjalankan amalan serta membawa diri ke arah yang lebih baik. Di bulan dimana tidur di waktu senggang dihitung sebagai pahala ini, bukan berarti bisa dijadikan alasan untuk bermalas-malasan. Seperti halnya Syncore yang tetap bergerak di bulan yang penuh berkah ini.

Syncore menyelenggarakan acara Tilawatil Qur’an dan kajian yang diikuti oleh karyawan dari semua divisi. Kegiatan internal yang dilaksanakan di ruang atas Syncore ini diawali dengan sambutan yang disampaikan Rudy Suryanto, Senior Partner Syncore.

Dalam sambutannya, Founder bumdes.id itu menyampaikan bahwa acara ini merupakan serangkaian kegiatan ramadhan yang telah dirancang bersama dengan HRD Syncore. Pengadaan acara ini bukan berarti tanpa alasan. Menurut dia, kegiatan ini bertujuan agar Syncore tetap bergerak meskipun berada di bulan Ramadhan, sesuai dengan taglinenya yaitu #TerusBergerak.

“harapannya kegiatan ini dapat memperkuat mental serta spiritual kita, jika tidak dilandasi dengan itu maka akan mudah dilanda setres. Kegiatan seperti ini harusnya rutin kita lakukan. Ini bukan pertama dan terakhir, kedepannya akan ada bentuk kegiatan yang lain,” terang Rudy dalam sambutannya. (Sabtu, 19/05/2018)

Acara berlanjut pada sesi Tilawah dan Tartil Qur’an yang dilantunkan oleh Egas Sutipa dan Adhalina. Terpaku, bacaan ayat demi ayat yang merdu seakan memberikan ketenangan bagi peserta kajian di tengah ibadah puasa yang mereka jalani.

Ceramah pertama diampu oleh Egas Sutipa yang sebelumnya membacakan ayat-ayat suci. Dia berbagi ilmu bersama para peserta mengenai tujuan puasa. Egas mengungkapkan bahwa Taqwa merupakan tujuan dari berpuasa sebagaimana diterangkan dalam ayat suci Al-Quran.

Dalam ceramahnya, dia menuturkan 5 hal perilaku Taqwa diantaranya; memohon ampun kepada Allah SWT, infaq dan shodaqoh di kala lapang maupun sempit, memaafkan kesalahan orang lain, menahan amarah dan selalu berbuat kebaikan.

“Jika 5 hal itu sudah kita jalankan maka insyaallah syarat taqwa akan terpenuhi,” kata salah satu konsultan BLUD itu.

Untuk mengisi waktu istirahat setelah ceramah yang pertama, acara diramaikan oleh beberapa permainan. Tawa pun pecah dari masing-masing peserta kajian yang menikmati jalannya games yang dilakukan.

Setelah tenggelam dalam euforia permainan, acara dilanjutkan ke sesi terakhir yakni, sharing session mengenai keislaman bersama saudara Izu El-Wafir. Guru di salah satu sekolah di jogja tersebut mengatakan bahwa agama mempunyai 2 sisi seperti halnya koin. Satu sisi manusia harus melakukan ketaatan, di sisi lain harus meninggalkan semua yang dilarang.

“kalau melakukan ketaatan semua orang pasti bisa, sedangkan meninggalkan larangan itu yang paling sulit,” tuturnya.

Ustad Izu juga membagikan tips sholat dengan khusyuk yaitu, merasa diawasi oleh allah SWT dan memahami surat yang dibaca ketika sholat. “kepada pimpinan aja kita bisa fokus, itu aja dengan manusia sama seperti kita. terlebih lagi kepada Allah, sebisa mungkin saat ibadah kita sedang berhadapan, minimal merasa diawasi olehNya,” pungkasnya.