Menguatkan Kelembagaan Panti Asuhan, Syncore Mengadakan Pelatihan Pengelolaan Keuangan

Syncoreconsulting.com – Dalam rangka penguatan kelembagaan Panti Asuhan dengan Teknologi Informasi, Syncore menyelenggarakan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Panti Asuhan. Kegiatan ini telah berlangsung di Ruang Tengah Syncore selepas waktu dzuhur hingga menjelang matahari terbenam, pertanda berbuka puasa. Para pengurus dari berbagai  lembaga panti asuhan turut menghadiri acara tersebut.

Ketua Panitia Penyelenggara, Wibisono Kuntoro Adi menyampaikan sedikit gambaran mengenai dasar-dasar akuntansi kepada para peserta pelatihan. Dia juga menyampaikan perlunya pencatatan keuangan bagi sebuah lembaga.

Wibisono Adi Kuntoro, Ketua Panitia Penyelenggara Pelatihan memberikan sambutan kepada para peserta

“seperti yang telah diterangkan dalam Al-Quran bahwa mencatat itu penting,” ujar Wibi dalam sambutannya.

Sesi berlanjut ke materi yang diberikan oleh Rudy Suryanto, Senior Partner Syncore. Dalam babak ini, Dia menerangkan beberapa hal diantaranya pemahaman proses pada organisasi. Proses utama dalam organisasi, khususnya panti asuhan umumnya meliputi pendidikan, asrama, katering, kesehatan dan aktivitas. Dari aktivitas ini, dapat menentukan sebuah struktur organisasi.

“Selain proses utama, ada proses pendukung. bukannya tidak penting. Proses pendukung ini seringkali disebut operasional dan administrasi. Ada satu lagi yaitu proses pengembangan. Disini lebih ke pembangunan. Secara umum, panitia akan dipisah sendiri,” jelas Rudy saat memberikan materi.

Rudy Suryanto, Senior Partner Syncore memberikan materi pelatihan

Selain itu, juga disampaikan mengenai jenis dan proses penerimaan dapat bersumber dari sumbangan masyarakat; donatur tetap dan tidak tetap, bantuan pemerintah, bantuan lembaga, lainnya. Kinerja panti asuhan dapat dinilai dari asupan dana yang bersumber dari sumbangan masyarakat.

Setiap penerimaan perlu dibuatkan kuitansi dan Bukti Kas Masuk (BKM) untuk mempermudah dalam pencatatan. Kuitansi sendiri merupakan dokumen yang diserahkan kepada pemberi bantuan. Tingkat kebocoran terbesar adalah penerimaan yang tidak tercatat. Bukti transaksi melalui kuitansi bisa mempersempit kemungkinan orang berbuat tidak jujur.

“Yang penting tercatat, software itu sebagai alat untuk mempermudah. Fokus pada satu transaksi demi kebenaran data yang kita input,” pungkas Rudy.

Para peserta melakukan simulasi keuangan dengan menggunakan software

Setelah jeda istirahat Sholat Ashar, sesi berlanjut pada simulasi dengan software keuangan dari Syncore. Para peserta dalam menginput data tidak sendiri, mereka didampingi oleh Tim Konsultan untuk mengarahkan peserta selangkah demi selangkah.

Salah satu peserta, Wahyudi selaku Pengurus Panti Asuhan Sabilus Salam, mengungkapkan jika pembukuan keuangan di Panti Asuhan yang dikelolanya masih sederhana dan menggunakan sistem manual. Menurutnya, dengan sistem pengelolaan keuangan pada pelatihan dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih akuntable.

“Kedepannya, kita akan membuat data dulu. Kalau sudah oke, kita akan melakukan kerjasama dengan Syncore dalam menggunakan aplikasi ini,” terang Wahyudi.

Acara ini berakhir pada sesi buka puasa bersama yang mempermanis kebersamaan dalam pelatihan di bulan Ramadhan ini. Kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keuangan Panti Asuhan ini merupakan salah satu dari serangkaian agenda program kebersamaan ramadhan #SyncoreBerbagi. Dihari ke depan, akan diselenggarakan pelatihan pengelolaan keuangan serupa untuk masjid.