Pelatihan Bisnis & Kewirausahaan Wirausaha Muda Kreatif Indonesia

Pelatihan bisnis dan kewirausahaan wirausaha dilakukan di Balai Konservasi Borobudur pada hari Sabtu, 19 Januari 2019 dengan Bapak Rudy Suryanto, SE., M.Acc., Ak., CA sebagai narasumber. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dibagi menjadi empat kelas yaitu mikro, kecil, menengah, dan besar. Untuk menaikkan kelas UMKM, dilakukan dengan cara meningkatkan profit. Untuk itu Metodologi ATMR (Assess, Treat, Monitor, dan Review) perlu diterapkan.

Pola pikir yang harus dimiliki oleh seorang enterpreneur adalah kreatif imajinatif karena seorang pengusaha harus memberikan creating value. Mental seorang pengusaha mencakup setidaknya tiga hal berikut:

  1. Berpikir Positif.
    Fokus utama bisnis saat ini bukan pada produknya, karena sudah pasti ada. Tapi apakah pengusaha bisa melihat peluang yang terbuka. Orang yang bisa melihat peluang adalah orang yang selalu berpikir positif, dan seorang pengusaha harus bisa berpikir prospektif.
  1. Percaya pada usaha sendiri.
    Sebuah usaha bisa menjadi besar apabila pengusahanya fokus pada satu hal. Hal itu dapat dilakukan dengan mengenali potensi diri sendiri dan lingkungan. Karena ketika seseorang memiliki keyakinan, maka akan selalu ada jalan.
  1. Berani mengambil risiko.
    Sebuah usaha dapat dijalankan dan berkembang jika seorang pengusaha mampu melakukan inovasi dengan melayani segmen yang berbeda, dan menjual aktivitas.

Mayoritas customer adalah emotional buyer. Barang yang sama dapat dijual dengan harga yang berbeda. Komoditi dapat menjadi produk yang memiliki packaging dan branding, dan hal itu dapat menaikkan harga. Sebagai contoh kopi di kafe dapat dijual dengan harga yang lebih mahal, karena customer merasa membeli tempat, wifi, dan lain sebagainya.

Manajemen modern adalah cara yang harus diterapkan dalam usaha saat ini. Di dalam manajemen modern terdapat pemisahan fungsi yang jelas di setiap bagian atau divisi. Seperti pemisahan tugas bagian produksi, pengemasan, dan pemasaran.

Terdapat tiga hal pokok yang harus diperhatikan oleh pebisnis:

  1. Melihat peluang
    Seorang pengusaha tidak menyalahkan keadaan, tapi melihat masalah menjadi sebuah peluang usaha.
  1. Memahami bisnis
    Tujuan utama bisnis adalah memperoleh profit. Profit didapat ketika pendapatan lebih besar dari biaya yang dikeluarkan.
  1. Mengerti keuangan
    Pelaku usaha harus memahami literasi keuangan, bahwa ada makna di balik uang. Dampak dari buta finansial di antaranya adalah usaha yang tidak maju, gaya hidup menjadi boros, tidak ada jaminan hari tua, terjerat rentenair, pendidikan rendah, dan pola yang berulang.

Tujuan bisnis adalah mencari profit yang didapat dari penjualan. Tetapi semakin tinggi penjualan belum tentu semakin tinggi pula profitnya. Profit didapat ketika pendapatan lebih tinggi dari biaya. Pendapatan merupakan hasil dari proses bisnis yang dijalankan. Sementara biaya adalah pengorbanan yang kita keluarkan untuk menjalankan proses bisnis. Biaya dikeluarkan terlebih dahulu dibanding pendapatan, karena biaya dikeluarkan untuk mendapatkan value added.

Dalam logika bisnis terdapat cara meningkatkan pendapatan dan pelayanan. Cara menaikkan pendapatan dapat dilakukan dengan cara:

  1. Ekstentifikasi (meningkatkan jumlah penjualan)
  2. Diversifikasi (produk tetap sama, tapi bervariasi)
  3. Inovasi (membuat bisnis baru)

Cara meningkatkan pelayanan:

  1. Meningkatkan sarana dan prasarana.
    Untuk meningkatkan pelayanan dibutuhkan sarana dan prasarana yang memadai. Contohnya pada usaha percetakan dibutuhkan mesin pencetak yang cepat dan menghasilkan output berkualitas tinggi.
  1. SDM
    Pelayanan juga dapat ditingkatkan apabila sumber daya manusianya (SDM) memadai. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menambah kuantitas dan kualitas SDM, seperti melakukan pelatihan.
  1. Sistem Manajemen.
    Peningkatan sistem manajemen dapat dilakukan salah satunya dengan membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) agar dapat diterapkan dalam usaha.