WORKSHOP PPK BADAN LAYANAN UMUM DAERAH DINKES KABUPATEN MESUJI

Workshop PPK BLUD Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji Lampung telah selesai dilaksanakan di Hotel Yunna Lampung pada tanggal 2 sampai 4 Mei 2019, mulai hari Kamis sampai dengan Sabtu.

Workshop Pola Pengelolaan Keuangan BLUD tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mesuji selaku perwakilan dari Bupati Mesuji, pejabat-pejabat lintas sektor, Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji, dan 12 puskesmas yang telah ditetapkan menjadi BLUD, yaitu Puskesmas Bukoposo, Puskesmas Tri Karya Mulya, Puskesmas Hadimulyo, Puskesmas Sidomulyo, Puskesmas Margojadi, Puskesmas Tanjung Mas Makmur, Puskesmas Adi Luhur, Puskesmas Sungai Sidang, Puskesmas Panggung Jaya, Puskesmas Simpang Pematang, Puskesmas Wiralaga serta Puskesmas Brabasan. Puskesmas-puskesmas di Mesuji telah ditetapkan menjadi PPK-BLUD sejak November tahun 2017 namun pelaksanaan pengelolaan keuangannya masih belum terlaksana hingga sekarang karena banyak dari pihak internal maupun internal belum memahami makana BLUD dan bagaimana pengelolaan BLUD kedepannya. Oleh karena itu, pada tahun 2019 ini Dinas Kesehatan Mesuji betul-betul ingin mendampingi implementasi PPK BLUD pada 12 Puskesmas tersebut, sesuai dengan amanat dari Permendagri Nomor 79 Tahun 2018.

Tujuan dari Workshop Pengelolaan keuangan ini adalah agar bisa mengetahui apa saja yang harus dilaporkan, setelah menjadi BLUD, kapan melaporkan atau dengan kata lain untuk mengetahui kewajiban apa saja yang harus dipenuhi setelah menjadi BLUD. Kewajiban setelah menjadi BLUD adalah menyusun dokumen RBA, menyusun laporan keuangan SAP, dan membuat SPTJ.

Narasumber pada pelatihan hari pertama adalah Bapak Ir. Bejo Mulyono MML selaku Pengurus Pusat ARSADA Bidang Pengembangan BLUD. Beliau menyampaikan materi mengenai Implementasi Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah. Bapak Bejo juga memberi pesan kepada seluruh pihak terkait BLUD di Kabupaten Mesuji bahwa ketika telah menjadi BLUD, UPT harusnya berani untuk melangkah sehingga praktek BLUD dapat terlaksana. Dukungan berbagai pihak juga dibuthkan agar pelaksanaan BLUD dapat terwujud.

Pada sesi kedua dilanjutkan diskusi dengan Bapak Niza Wibayana Tito, M.Kom., M.M. mengenai apasaja yang perlu disiapkan supaya lebih mudah dalam membimbing 12 Puskesmas lainnya menjadi BLUD. Selain itu pada workshop hari pertama hingga ketiga, Bapak Tito juga menyampaikan materi RBA, penatausahaan, dan akuntansi berbasis Software Keuangan BLUD Syncore dan melakukan input RBA, Penerimaan sesuai dengan BKU masing-masing Puskesmas, Pengeluaran menggunakan alur UP dan BKK serta showing menu akuntansi dan laporan keuangan yang akan digunakan di Semester I dan Semester II nantinya.