21 Pengurus Masjid Se-Indonesia Ikuti Pelatihan Pengelolaan Masjid

Laznas BSM Umat bekerja sama dengan Bank Syariah Mandiri di support oleh SYNCORE menyelenggarakan pelatihan yang bertemakan ”Pengelolaan Masjid Menuju Sertifikasi ISO 9001”, pada 5-6 April 2017.

Acara tersebut diikuti oleh 43 peserta dari 21 pengurus masjid di seluruh Indonesia yang dilaksankan di Ruang Ashwini Hotel Tara Yogyakarta.

Ade Cahyo Nugroho selaku Senior Excecutive Vice President BSM mengatakan, Bank Syariah Mandiri (BSM) merupakan institusi keuangan syariah yang ada di Indonesia yang kini mengelola aset umat sekitar 80 Triliun. Agar bisa dirasakan oleh seluruh umat, yang tidak hanya dirasakan oleh stakeholder dan nasabah, BSM mempunyai cita-cita agar umat islam di Indonesia memiliki kekuatan perekonomian dan memberikan kontribusi yang nyata demi kesejahteraan umat.

Demi mewujudkan cita-cita tersebut, BSM bekerjasama dengan Laznas BSM Umat untuk membuat program BSM mengalirkan berkah. Program ini dilakukan untuk menciptakan nilai tambah dalam bisnis yang dapat memberikan manfaat yang lebih besar pada masyarakat yang membutuhkan.

Salah satu narasumber, Ustad Muhammad Jazir, dihadirkan dalam acara tersebut. Beliau mengajak seluruh umat untuk memfungsikan masjid sebagai pusat peradaban. Dimana masjid tidak hanya digunakan untuk tempat sholat, namun juga sebagai pusat membangun masyarakat serta pusat kesejahteraan umat.

Ustad Muhammad Jazir berpesan, Masjid haruslah memberikan manfaat bagi umat, jika hal ini terpenuhi maka kemakmuran akan datang dengan sendirinya.

Pada hari kedua dilaksanakan Workshop Pengelolaan Keuangan Masjid. Pada Worskhop ini dimulai dengan perubahan mindset takmir masjid. Takmir masjid harus mengubah mindset dari ‘penguasa’ menjadi ‘pelayan’. Jiwa melayani tamu-tamu Allah harus lebih dominan, daripada semangat ‘mengatur’. Takmir perlu menerapkan manajemen moden supaya pelayanan terhadap jamaah prima. Manajemen tersebut bertitik tolak pada perencanaan yang baik. Banyak dana yang mengendap, atau dialokasikan dengan tidak tepat, karena masjid tidak memiliki perencanaan yang baik. Pada workshop ini diajarkan teknik-teknik sederhana sehingga takmir bisa merumuskan sasaran, indikator, target dan program kerja. Selanjutnya dari program kerja tersebut disusun anggaran dan bagaimana mencatat dan merealisasikan. Proses tersebut dilakukan lewat aplikasi SiMasjid (Sistem Informas Masjid).

Pada akhir kegiatan, peserta pelatihan diajak untuk studi banding ke Masjid Jogokariyan yang terletak di Jl. Jogokariyan 36 yogyakarta,  yang sering menjadi tempat rujukan bagi masjid-masjid lain dalam hal pengelolaan manajemen masjid.

Be Sociable, Share!