Hadapi MEA: Pemerintah, BUMN, Dunia Usaha dan Masyarakat Wajib Bersinergi

Hadapi MEA: Pemerintah, BUMN, Dunia Usaha dan Masyarakat Wajib Bersinergi

Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 yang akan segera berlangsung semestinya mampu menyadarkan semua pihak untuk segera berbenah dan mempersiapkan diri agar dapat bersaing di perdagangan bebas tersebut. Tidak hanya swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga perlu melakukan persiapan untuk bersaing diajang MEA itu.

Secara teori, untuk dapat meningkatkan kesejahteraan, suatu masyarakat memang harus berani bersaing. Dengan adanya persaingan mereka memiliki kesempatan untuk membuka potensi terbesarnya dan menjadi pemimpin dibidangnya.

Namun perlu diingat, persaingan yang dibiarkan begitu saja akan menghasilkan kesenjangan. Dimana yang kaya akan semakin kaya, dan yang miskin akan terus miskin. Karenanyalah dibutuhkan intervensi dari pemerintah.

Dengan kata lain, pemerintah tidak boleh berlepas tangan dan membiarkan masyarakatnya bersaing sendiri di ajang MEA. Sampai saat ini pemerintah sudah berusaha melakukan hal tersebut dengan menyusun beberapa peraturan-peraturan terkait agar arus tenaga dan investasi asing tetap dapat dikendalikan.

Namun pertanyaannya, apakah semua peraturan-peraturan tersebut cukup menjamin masyarakat Indonesia menjadi sejahtera di ajang MEA? Apa manfaat sebuah peraturan jika masyarakat kurang diberi pemahaman, pelatihan dan kesempatan? Apakah sebuah perubahan suatu bangsa bisa terjadi begitu saja tanpa ada peran aktif antara pemerintah dan rakyatnya?

Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut ada beberapa garis besar yang dapat kita tarik bahwa selain pemerintah, dunia usaha dan masyarakat pada umumnya harus sama-sama berbenah dan berusaha memenangkan persaingan MEA.

Artinya, ada tiga pihak yang terkait dalam MEA, yaitu masyarakat, pemerintah (termasuk Badan Usaha Minik Negara atau BUMN) dan pelaku usaha yang akan saling memperkuat daya saing Indonesia.

Sinergitas ketiga hal itu sangat penting, mengingat indeks persepsi korupsi Indonesia yang cukup tinggi itu menggambarkan besarnya kecurangan dan egoisme. Indonesia harus benar-benar serius membenahi diri dari segala sisi.

Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk itu, mulai dari pemberian pemahaman tentang MEAA, penegakan hukum hingga revitalisasi BUMN agar dapat berperan lebih dalam memajukan ekonomi bangsa.

Visi BUMN sebagai agen pembangunan patut diapresiasi. Pasalnya, BUMN adalah cermin kekuatan perekonomian Indonesia, terutama di sektor strategi untuk menghadapi MEA. Dan salah satu bentuk apresiasi terbaik yang dapat dilakukan masyarakat adalah dengan turut mengawal agar BUMN dan Pemerintah tetap berjalan di jalur yang benar. Kabar baiknya, keterbukaan teknologi dan informasi saat ini sangat memungkinkan hal tersebut dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja.

Be Sociable, Share!

    Leave a Reply