Jelajah Desa Wisata : Dolanan Ndeso di Kampoeng Mataraman

Menjelajah desa yang dijadikan desa wisata sama rasanya dengan pulang kampung. Itulah yang kami rasakan ketika ada kegiatan jelajah desa wisata Kaampoeng Mataraman di Panggungharjo, Bantul. Kampoeng Mataraman ini merupakan kampung dengan konsep desa wisata yang menampilkan wisata edukasi alam.

Tanggal 15 Juni, tim BumDesa Syncore melakukan wisata ke Kampoeng Mataraman dan juga dilanjutkan dengan acara buka bersama di pendopo yang sederhana namun terasa kekeluargaannya. Kampoeng Mataraman ini baru saja dibuka, dan tim Syncore menjadi pengunjung pertama, walau pun menjadi yang pertaman, namun pelayanannya tidak kalah dengan tempat wisata yang sudah lama, buktinya tim Syncore disambut dengan ramah dan juga tim merasa bahagia dengan permainan yang disediakan.

Permainan yang sudah di coba oleh tim ada permainan egrang, saya mencoba beberapa kali namun gagal untuk mengangkat egrang di kaki agar bergerak, saya jatuh berkali-kali, namun kegiatan itu sangat mengsyikan, saya hingga lupa sudah berkali-kali gagal.

 

Ada juga membajak sawah. Para wisatawan langsung didudukkan di sepotong kayu yang ditarik oleh kerbau. Benar-benar membajak sawah dengan didampingi dua kerbau. Pun di sini ada edukasi menanam padi. Padinya disediakan oleh Kampoeng Mataraman, kami hanya coba menanam saja. Tapi saya tidak ikut acara membajak dan menanam padi ini sebab saat itu saya kebagian belajar memasak di pawon bersama ibu-ibu yang ramah. Saya memasak untuk berbuka puasa.

Ada minuman dawet yang segar sekali saat itu. Juga hidangan buka yang menggugah selera. Hidangan buka puasanya ada oseng genjer yang sangat saya sukai, ada Lhodeh Tresno, Ayam, tempe, dan mie putih namanya mie lethek. Diantara kesemuanya saya suka genjer, sebab oseng genjer mengingatkan saya dengan kampung halaman. Ibu saya selalu memasak oseng genjer ini. Saya merasa di rumah.

Sebelum berbuka tim Syncore mendapatkan siraman rohani dari Pak Pujiantoro, beliau menjelaskan perbedaan hidup di kota dan di desa. Jika di kota uang Rp 250.000 hanya memperoleh makanan yang sedikit, maka di desa dengan uang yang sama sudah bisa dibeli untuk banyak hal. Menurut beliau, ada masanya orang kota akan kembali ke desa, yaitu saat pensiun sebab di desa merasa tentrem.

Membahas soal BumDesa, sebenarnya sudah ada sejak lama langkah pemerintah untuk memberdayakan desa, sejak tahun 1965 sudah ada undang-undang tentang mempercepat daerah tingkat III (desa), namun akhir-akhir ini kembali BumDesa membuming kembali dengan terbitnya peraturan UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 213 ayat (1) disebutkan bahwa “Desa dapat mendirikan badan usaha milik desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa” , ditambah juga dengan peraturan terbaru Undang-undang No. 6/2014 tentang desa juga disinggung Badan Usaha Milik Desa, yang selanjutnya disebut BUM Desa, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsungyang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

Kembali ke Desa, Kembali kepada ketenangan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Foto saat tim akan memulai kegiatan Jelajah Desa Wisata

 

Membahas soal BumDesa, sebenarnya sudah ada sejak lama langkah pemerintah untuk memberdayakan desa, sejak tahun 1965 sudah ada undang-undang tentang mempercepat daerah tingkat III (desa), namun akhir-akhir ini kembali BumDesa membuming kembali dengan terbitnya peraturan UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 213 ayat (1) disebutkan bahwa “Desa dapat mendirikan badan usaha milik desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa” , ditambah juga dengan peraturan terbaru Undang-undang No. 6/2014 tentang desa juga disinggung Badan Usaha Milik Desa, yang selanjutnya disebut BUM Desa, adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh Desa melalui penyertaan secara langsungyang berasal dari kekayaan Desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Be Sociable, Share!