Kurikulum Kejar UMKM, Siap Bantu Pengusaha Pemula Naik Kelas

Kurikulum Kejar UMKM, Siap Bantu Pengusaha Pemula Naik Kelas

Umumnya, bisnis UMKM yang dirintis di Indonesia harus gulung tikar dan rentan bangkrut oleh karena 3 sebab, yaitu Ketertinggalan Modal, Ketertinggalan Manajeme, dan Ketertinggalan Marketing.

Kendala inilah yang coba diberikan solusinya oleh PT Syncore Indonesia. Melalui paket yang dinamakan KejarUMKM, lembaga konsultasi yang bergerak di 10 bidang ini coba menawarkan solusi pendampingan bagi para UMKM untuk naik kelas. Metode maupun kurikulum Kejar UMKM sendiri dikembangkan oleh SYNCORE Consulting lewat pengalaman, pengkajian, inovasi metode-

metode yang ada, serta hasil diskusi tim konsultan dengan pelaku dan pendamping UMKM di lapangan. Secara umum, tujuan dari Kejar UMKM adalah membantu UMKM Naik Kelas, sedangkan tujuan khususnya adalah mengejar tiga hal tersebut, yaitu ketertinggalan modal, mengejar ketertinggalan manajemen, dan mengejar ketertinggalam pemasaran.

Metodologi KEJAR UMKM didasarkan pada pembelajaran orang dewasa yang menekankan pada penyelesaian kasus-kasus nyata yang dialami oleh UMKM atau pembelajaran berbasis penyelesaian masalah (Problem Based Learning).

Selain itu, turut dikatakan, metode ini juga terinspirasi oleh metode Hole in the Wall yang dikembangkan oleh Professor Sugata Mitra untuk pembelajaran komputer bagi anak-anak di perkampungan miskin (slum) di India. Lewat eksperimen tersebut, Professor Sugata Mitra membuktikan bahwa justru ketika anak-anak diperkampungan miskin diberi kepercayaan dalam proses pembelajaran dan hanya diberikan intervensi yang minimal, mereka bisa belajar dengan efektif.

Hal yang sama juga berlaku untuk UMKM, semakin banyak intervensi, maka UMKM akan menjadi ketergantungan. Untuk itu, UMKM harus diberikan ‘kepercayaan’ untuk secara mandiri dapat memahami dan menerapkan konsep sesuai dengan keadaan dan kemampuan masing-masing sebelum selanjutnya terus dilakukan evaluasi dan perbaikan.

Selain inspirasi dari teori Profesor Sugata Mitra, metodologi KEJAR UMKM juga meramu berbagai metodologi pengembangan UMKM yang telah terbukti berhasil.

Secara singkat, metodologi pembelajaran KEJAR UMKM terdiri dari 4 tahap, yaitu kesadaran (membuka kesadaran dan memberikan motivasi untuk berubah dan maju). Kedua yaitu contoh (memberikan contoh-contoh sebagai bahan inspirasi dan perbandingan dengan kondisi nyata yang ada pada pelaku UMKM). Ketiga yaitu konsep (memberikan penjelasan tentang mengapa UMKM harus menerapkan suatu perubahan). Keempat yaitu

keterampilan/skills atau memberikan formulir-formulir untuk membantu UMKM menerapkan konsep. Sedangkan, untuk materi-materi yang ingin diberikan dibagi menjadi bagian kecil-kecil yang disebut paket.

Selain itu, materi KejarUMKM juga telah disusun Syncore layaknya sebuah peta jalan. Tujuannya, tentu untuk memudahkan pembaca melihat hubungan antar materi. Peta jalan ini juga bisa digunakan untuk menyusun langkah-langkah apa saja yang diperlukan agar UMKM dapat naik kelas.

Untuk aplikasinya, metode KEJAR UMKM bisa dilakukan secara mandiri ataupun berkelompok dengan didampingi oleh pendamping UMKM.

Anda yang tertarik dengan paket-paket KejarUMKM dapat menghubungi PT Syncore Indonesia. Selain di bidang UMKM, Syncore sendiri berpengalaman lewat produk-produk konsultasi, training dan system di 9 bidang lainnya, seperti Rumah Sakit, Perguruan Tinggi, Puskesmas, Sekolah, Dana Bergulir, BUMN/BUMD, Desa & BUMDes, Personal Finance, dan Korporasi.

Be Sociable, Share!

    Leave a Reply