Pelatihan Keuangan Sederhana untuk Kelompok Tani

110 Pelatihan Gapoktan

Pada tanggal 15 Juli 2014 saya mendapatkan pengalaman menarik yaitu diundang oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sukoreno, Senotolo, Kulonprogo untuk menyampaikan materi tentang Keuangan dan Administrasi Sederhana. Acara tersebut merupakan bagian dari Program Kerja KKN UMY. Mengapa hal ini menjadi sesuatu yang menarik? Karena saya salut para petani sangat antusias untuk belajar akuntansi guna memperbaiki tata kelola organisasi mereka. Sebagai gambaran Gapoktan adalah gabungan dari poktan (kelompok tani). Di Desa Sukoreno ada kurang lebih 30 poktan dan masing-masing poktan beranggota sekitar 30 sampai dengan 300 petani. Sehingga dari Gapoktan tersebut menjadi wadah bagi kurang lebih 1200 an petani.

Program kerja kelompok tani adalah simpan pinjam, penyediaan dan penyaluran pupuk, penyuluhan pertanian dan program kerja terkait pertanian lainnya. Organisasi ini bersifat sukarela dan informal. Meskipun demikian perannya sangat dirasakan oleh para petani. Mengingat mereka melakukan transaksi keuangan dalam bentuk iuran, simpan pinjam dan transaksi penjualan dan pembelian maka diperlukan suatu pencatatan keuangan yang mudah tetapi benar.

Menjadi tantangan bagi saya yang terbiasa memberikan pelatihan di hadapan bagian keuangan rumah sakit, perguruan tinggi, BUMN dan staff perusahaan. Tentu saya harus memakai metode yang berbeda untuk dapat mengajarkan dan melakukan transfer pengetahuand dan teknik menyusun laporan keuangan. Tantangannya adalah metode tersebut harus mudah dan praktis tetapi tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Saya memulai dengan permainan bersama tebak gambar. Mengapa dengan permainan, karena peserta saat itu masih merasa tegang, mereka merasa bahwa pembukuan itu rumit dan sulit. Saya perlu mencairkan suasana dengan melakukan beberapa permainan yang ringan. Alhamdulillah upaya ini berhasil para peserta kemudian menjadi aktif dalam merespon pertanyaan-pertanyaan.

Selanjutnya perlu diterangkan gambaran besar dalam proses penyusunan laporan keuangan yang terdiri dari pemahaman apa itu transaksi, pembuatan bukti transaksi, pencatatan di buku kas, pemanfaatan kertas kerja pelaporan keuangan dan penyusunan laporan keuangan. Langkah-langkah tersebut diterangkan setahap demi setahap dan diikuti latihan-latihan, sehingga peserta memiliki gambaran yang utuh.

Respon dari peserta sangat bagus sekali, dari waktu yang disiapkan cuma 3 jam, mereka juga belum mau beranjak sampai berhasil menyelesaikan soal-soal yang diberikan.

Apabila anda ingin berdiskusi tentang metode pelatihan akuntansi sederhana untuk petani, pedagang, nelayan atau pihak-pihak lain yang selama ini kesulitan dalam menyusun laporan keuangan, bisa meninggalkan pesan dibawah ini atau email ke rudy (at) syncore.co.id

Be Sociable, Share!

    Leave a Reply