Pelatihan Paradigma Baru SPI Sesuai SPIP Dan Perencanaan Audit Internal Berbasis Resiko – RSUD Selasih Kab. Pelalawan Riau

Pada tanggal 15-16 Januari 2016, PT. Syncore Indonesia menyelenggarakan acara pelatihan yang bertemakan “Pelatihan Paradigma Baru SPI Sesuai SPIP dan Perencanaan Audit Internal Berbasis Resiko”. Acara pelatihan diselenggarakan di Ruang Jatayu Hotel Grage Ramayana, Jl. Sosrowijayan 33 Malioboro Yogyakarta.

Peserta pelatihan merupakan staf dari RSUD Selasih Kab. Pelelawan Riau. Pelatihan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya seperti Rudy Suryanto, SE., M.Acc., Ak., CA; Andri Yandono, SE., MM; dan dr. Gandung Bambang Hermanto.

 

Tujuan diselenggarakan acara Pelatihan Paradigma Baru SPI Sesuai SPIP dan Perencanaan Audit Internal Berbasis Resiko, diharapkan peserta pelatihan :

1.Mampu memahami tugas pokok dan fungsi SPI BLUD

2.Mampu memahami ruang lingkup dan kompetensi SPI

3.Mampu memahami sistematika pembentukan SPI

4.Mampu memahami perencanaan penugasan SPI

5. Memahami prosedur & teknik review dan audit keuangan internal

6.Memahami penyusunan kertas kerja dan pelaporan temuan

7.Memahami cara mereview kinerja BLUD

8.Memahami tentang temuan

 

Hari Pertama – Sesi Pertama

Hari pertama pelatihan di mulai pukul 09.15 WIB yang di isi oleh narasumber Rudy Suryanto, SE., M.Acc., Ak., CA, akademisi dan dosen. Beliau menyampaikan mengenai materi pengelolaan keuangan BLUD, tugan pokok dan fungsi SPI BLUD. Pokok bahasan yang disampaikan oleh narasumber adalah pengelolaan keuangan BLUD dan tupoksi SPI, kompetensi dan ruang lingkup SPI, pedoman unit internal dan rencana tahunan, pedoman audit dan teknik pemeriksaan, penyusunan kertas kerja dan pelaporan temuan prosedur review laporan keuangan, analisis dan pembahasan temuan, dan yang terakhir adalah pelaporan.

Di awal sesi pelatihan, Bapak Rudy menyampaikan mengenai Kelembagaan BLUD yang disambung tentang SPI.

 

SPI merupakan unit kerja yang berkedudukan langsung dibawah pimpinan BLU yang bertugas melaksanakan pemeriksaan intern BLU. SPI bertugas memberikan opini dan rekomendasi. Tujuan dibentuk SPI adalah membantu pimpinan BLU dalam hal 3K (Keuangan, Kinerja, Kepatuhan). SPI membantu BLUD untuk melakukan pengawasan BLUD. Output atau hasil dari SPI adalah dokumen atau laporan.

 

Pada kesempatan tersebut, beliau juga menjelaskan mengenai roadmap penguatan SPI BLUD. Pembentukan SPI bertujuan untuk mengesahkan internal audit charter dan menyusun internal audit guide.

Hari pertama pelatihan berakhir pukul 15.11. WIB. Pelatihan berjalan dengan lancar dan peserta mengaku puas dengan pemaparan materi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh PT. Syncore Indonesia. Harapan setelah mengikuti pelatihan, peserta bisa segera membentuk tim SPI RSUD dan mengapikasikan ilmu yang didapat selama pelatihan.

 

Hari Kedua – Sesi Kedua

Hari kedua pelatihan yang bertemakan “Pelatihan Paradigma Baru SPI Sesuai SPIP dan Perencanaan Audit Internal Berbasis Resiko” dilaksanakan tanggal 16 Januari 2016.

 

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber Andri Yandono, SE., MM yang mengangkat materi mengenai prosedur, teknik review dan audit keuangan internal.

Bapak Andri menjelaskan bahwa auditor internal SPI lebih berorientasi ke masa depan, yaitu kejadian-kejadian yang diperkirakan akan terjadi, baik yang memiliki dampak positif atau peluang maupun dampak negatif atau resiko.

 

Kualifikasi yang diperlukan untuk seseorang auditor internal seperti rumah sakit tidak harus seorang angkutan, namun juga dokter yang memahami manajemen rumah sakit, teknis, personil marketing, insinyur IT, serta personil yang memiliki pengetahuan dan pengalaman lainnya tentang operasional rumah sakit sehingga memenuhi syarat untuk melakukan audit internal.

 

Anggota auditor internal SPI ada 2 yaitu:

  • 1.Independen; tidak rangkap fungsi pekerjaan, tidak mempunyai hubungan kerabat dengan keuangan audit.
  • 2.Kompeten; ahli bidang pemerikasaan internal baik keuangan maupun operasional atau sesuai dengan pembagian tugas SPI.

 

Panduan pelaksanaan SPI merupakan satu penjabaran dari pedoman pelaksanaan good corporate governance dan di susun untuk menjadi norma-norma acuan kerja bagi unti satuan pemerikasaan intern agar dapat berkerja secara profesional sesuai dengan tujuan penugasan dan sekaligus sebagai sarana komunikasi agar kerja unit satuan pemerikasaan internal SPI dapat diterima dan didukung oleh unit kerja lainnya.

Beliau juga menjelaskan mengenai Good Corporate Goverance (GCG), sesuai dengan UU Nomor 44 Tahun 2009 pasal 36 menetapkan bahwa setiap rumah sakit harus menyelenggarakan tata kelola rumah sakit dan tata kelola klinis yang baik. Kaidah-kaidah GCG meliputi trasparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian serta kewajaran atau kepatuhan sesuai dengan prinsip koorporasi yang sehat dan taat kepada peraturan perundangan.

 

Suatu mekanisme dan sistem pengendalian internal merupakan salah satu sarana utama untuk dapat memastikan bahwa pengelolaan rumah sakit telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip GCG yang diinginkan tersebut.

 

Sesi kedua pelatihan berakhir pukul 11.30 WIB. Sebelum melanjutkan sesi selanjutnya, peserta diminta untuk instirahat dan makan siang.

 

Hari Kedua – Sesi Tiga

Hari kedua sesi ketiga Pelatihan Paradigma Baru SPI Sesuai SPIP dan Perencanaan Audit Internal Berbasis Resiko RSUD Selasih Kabupaten Pelelawan Riau dilaksanakan tanggal 16 Januari 2016 yang dimulai pukul 13.00 WIB. Pelatihan mengangkat tema mengenai Review Kinerja BLUD Sesuai Per-36 dan Audit Kepatuhan dengan narasumber dr. Gandung Bambang Hermanto.

dr. Gandung menjelaskan, Satuan Pemeriksaan Intern (SPI) merupakan unit kerja yang berkedudukan langsung dibawah pimpinan BLU yang bertugas melaksanakan pemeriksaan intern BLU.

 

Audit internal memiliki 3 cakupan utama yaitu

1.Audit Keuangan / Financial Audit

2.Audit Operasional / Performance Audit

3.Audit Kepatuhan / Compliance Audit

 

Dalam menjalankan tugas audit internal harus mengacu pada Standar Profesional Auditor Internal (SPAI), Pedoman Audit Internal (PAI), dan ketentuan lain yang berlaku.

 

Peran SAI susuai SPIP menurut peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada pasal 11 dinyatakan bahwa perwujudan peran APIP yang efektif sekurang-kurangnya harus memberikan keyakinan yang memadai (quality assurance) atas ketaatan, kehematan, efisiensi dan efentifitas pencapaian tujuan penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah, memberikan peringatan dini (early warning) dan meningkatkan efektifitas manajemen resiko dalam penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah, dan memelihara dan meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan tugas dan fungsi instansi pemerintah.

 

dr. Gandung juga menambahkan bahwa Uji pengendalian bertujuan untuk mengukur tingkat keandalan pengendalian internal klien. Pengujian ini berlangsung dalam 2 tahap, yaitu uji design SPI yang disesuaikan dengan COSO dan uji implementasi SPI. Output dari uji pengendalian adalah pendapat auditor atas efektifitas SPI dan penentuan tingkat resiko pengendalian. Apabila aturan umumnya lemah maka tingkat resiko pengendalian tinggi.

 

Beliau menambahkan, uji pengendalian dilakukan dengan beberapa teknik antara lain

Pertama, walkthrough yaitu dengan melakukan observasi terhadap suatu proses baik ikut berpartisipasi maupun tidak ikut berpartisipasi untuk memastikan bahwa alur dalam dokumen tertulis sama dengan kenyataan.

Kedua, Internal Control Questionnaire yaitu questioner untuk mengukur efektifitas lingkungan pengendaliaan.

Ketiga, Test of Control yaitu memilih sample 25 transaksi secara acak dan menelusur alur transaksi tersebut dari awal sampai akhir, untuk memastikan apakah aktifitas pengendaliaan benar-benar dijalankan.

 

Pelatihan Paradigma Baru SPI Sesuai SPIP dan Perencanaan Audit Internal Berbasis Resiko RSUD Selasih Kabupaten Pelelawan Riau berakhir pukul 15.15 WIB. Pelatihan diakhiri dengan foto bersama peserta dan narasumber. Pada puncak acara pelatihan tersebut PT. Syncore Indonesia selaku penyelenggaran pelatihan menyerahkan kenang-kenagan kepada peserta pelatihan RSUD Selasih Kabupaten Palelawan Riau.

Peserta merasa puas akan pelatihan yang mereka ikuti, mereka menilai banyak manfaat yang bisa diambil dari paparan materi pelatihan. Setelah mengikuti pelatihan, mereka berharap bisa segera membentuk tim SPI dan mengapilkasikan ilmu yang didapat selama pelatihan.

 

 

Dapatkan Jadwal Pelatihan Syncore Disini

Download Materi BLU/BLUD

Software BLUdanBLUD

 

Bagaimana cara mengudang PT. Syncore Indonesia untuk pelatihan?

Anda dapat menghubungi:

Diana Septi A

CP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.id

Telepon Kantor: 0274 – 488 599

Be Sociable, Share!