Sekolah Manajemen BUMDes: Kenali Potensi Usaha Sebagai Modal Utama BUMDes

Hari Rabu, 08 Maret 2017 lalu, SYNCORE melakukan pendampingan Sekolah Manajemen BumDes yang di selenggarakan di Balai Desa Dlingo Kec. Dlingo Bantul. Acara ini diikuti oleh perwakilan dari 3 Desa, yaitu Dlingo, Girirejo, dan Karangtalun.

Pada acara pendampingan Sekolah Manajemen BUMDes tersebut, peserta mengikuti serangkaian acara mulai dari diskusi dan tanya jawab sampai acara kunjungan lapangan ke desa yang memiliki potensi usaha.

Acara diawali dengan sambutan tuan rumah yang disampaikan oleh Bapak Kusmiyanto sebagai perwakilan dari Desa Dlingo. Dalam sambutan pembukaanya, Bapak Kusmiyanto menyatakan bahwa pengembangan BUMDes ini dapat menjadi wadah dalam pendayagunaan ekonomi lokal dari berbagai potensi yang dapat dikembangkan di desa.

Selanjutnya, acara inti dimulai dengan diskusi langsung sesuai modul yang dibuat dari Syncore mengenai Model Bisnis Desa.

Dalam acara diskusi, masing masing perwakilan desa mengemukakan mengenai Model Bisnis Desa yang bisa dikembangkan kedepannya.

 

Yang pertama diawali oleh perwakilan Desa Girirejo

Apa saja potensi yang dimiliki di desa ini?

Mari kita lihat.

Desa Girirejo memiliki potensi desa dari segi Sumber Daya Alam. Di desa ini terdapat sawah, kebun buah yang sedang dirintis, makam Raja Raja, makam Pangeran Pekik, situs purbakala berupa Masjid Kagungan Dalem Keraton Yogyakarta, air terjun kali sili, petilasan Gebang Sari serta sumber mata air Gayam Gedhe.

Desa Girirejo yang sebagian besar merupakan kawasan tempat wisata ini, sangat baik apabila bisa dikembangkan  sebagai tempat wisata.

Dari pendayagunakan potensi wisata ini dapat juga di manfaatkan oleh warga sekitar untuk menjajakan daganganya yang dihasilkan oleh warga sekitar kepada pengunjung wisata.

Selain itu,

Sebagian besar desa ini mempunyai aktifitas sebagai pengrajin. Untuk kedepannya, hasil dari kerajinan ini dapat dibuat suatu showroom yang dapat menampung produk kerajinan warga seperti keris, batik tulis, dan batik kayu. Selain itu, showroom tersebut juga akan menjajakan beragam jenis kuliner dari masyarakat.

 

Selanjutnya Desa Dlingo,

Desa Dlingo memiliki berbagai potensi mulai wisata sampai dengan pangan. Potensi wisata yang dimiliki oleh Desa Dlingo adalah air terjun LEPO, sungai OYA, wilayah yang dikelilingi oleh perbukitan, petilasan gunung pasar serta Gua Sawangan.

Sedangkan, untuk hasil pertanian maupun perkebunan berupa ketela, sawo, pisang, sukun dan jagung.

Di Desa Dlingo sendiri juga sudah terdapat Swalayan Desa yang menjual berbagai bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat. Banyak barang-barang yang dijual dengan secara grosir sehingga lebih murah agar tidak mematikan pasaran warung warung kelontong di sekitarnya.

 

Yang terakhir, Desa Karantalun

Desa ini memiliki potensi desa berupa alun-alun Imogiri yang merupakan bekas pasar lama. Kedepanya alun-alun ini akan dijadikan rest area.

Selain itu, juga terdapat rental mobil, sewa tenda kursi dan catering yang masih dikelola warga.

Aktivitas warga saat ini banyak yang menjual makanan tradisional. Selanjutnya, makanan tersebut akan dijual di lapak kuliner alun-alun. Untuk menampung produk produk kerajinan warga, akan dibuat juga showroom UKM di Desa Karangtalun.

Selain itu, desa ini juga diuntungkan dengan lokasi yang strategis karena wisatawan yang menuju ke hutan pinus dan makam raja melewati desa ini. Sehingga produk warga dapat dapat dijual kepada pengunjung wisata.

Produk istimewa yang ditawarkan didesa ini berupa kuliner tradisional dan “Bubur Ndeso” yang akan membuat teringat akan rasa kuliner klasik khas desa bagi siapapun yang memakanya.

 

Harapanya diskusi mengenai Model bisnis dari pengumpulan potensi yang telah didiskusikan dari masing-masing desa tersebut, SYNCORE dapat memfasilitasi dengan melakukan mendampingi dan membantu merealisasikan potensi usaha sehingga tidak hanya sekedar menjadi potensi semata tetapi dapat dijadikan sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Harapan kedua, SYNCORE dapat mengajarkan tata kelola BUMDes yang baik. Dengan mengetahui pola tata kelola, paling tidak dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan mengenai BUMDes, membantu desa dalam mempersiapkan pembentukan, regulasi serta perencanaan usaha atau bisnis yang dikelola oleh desa.

Kegiatan ditutup oleh Bapak Kusmiyanto selaku tuan rumah dari Desa Dlingo dan diakhiri dengan foto bersama.

 

Dapatkan Jadwal Pelatihan Syncore Disini

Download Materi BUMDes

Software BLUdanBLUD

 

Bagaimana cara mengudang PT. Syncore Indonesia untuk pelatihan?

Anda dapat menghubungi:

Diana Septi A

CP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.id

Rahmadani Lutfiawati

CP: 082 274 900 800 / fia@syncoreconsulting.com

Telepon Kantor: 0274 – 488 599

Be Sociable, Share!