Simulasi Software Pengelolaan Keuangan BLUD – Pelatihan Dana Bergulir BLUD – UPT UPDB Koperasi & UMKM Kab. Kutai Barat

PT. Syncore Indonesia dipercaya UPT UPDB Koperasi & UMKM Kabupaten Kutai Barat untuk menyelenggarakan pelatihan yang bertemakan “Pelatihan Pengelolaan Dana Bergulir BLUD”. Pelatihan dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut dari tanggal 23-24 Februari 2016 di Ruang Abimanyu I Hotel Grage Jogja.

Acara di hadiri oleh 6 peserta dari UPT UPDB Koperasi & UMKM Kabupaten Kutai Barat yang terdiri dari bagian perencanaan, analis kredit, keuangan dan akuntansi. Pelatihan dinarasumberi oleh Rudy Suryanto, SE., M.Acc., Ak.,CA; Teddy W Laurentius , SE.,Ak., MM., CRP; dan Niza Wibyana Tito, S.Kom.

 

Tujuan dari acara tersebut, peserta diharapkan dapat :

1. Memahami Pola Pengelolaan Keuangan BLUD.

2. Memahami Pola Penganggaran BLUD.

3. Memahami Pola Keuangan dan Pelaporan BLUD.

4. Memahami Pola Pembinaan dan Pengawasan BLUD Serta Kompetensi Pejabat & Pegawai BLUD.

5. Memahami Analisis Kredit.

6. Memahami Pengelolaan Keuangan BLUD dengan Menggunakan Sistem Aplikasi Komputer.

 

Hari Pertama

Acara pelatihan dimulai pukul 08.30 WIB. Pembukaan acara dibuka oleh Diana Septi A, Kabag Divisi Syncore yang dilanjutkan dengan foto bersama pembukaan. Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sesi pertama pelatihan yang dinarasumburi oleh Rudy Suryanto, SE., M.Acc., Ak.,CA, akademisi dan dosen yang membahas materi mengenai kelembagaan dan tata kelola BLUD.

 

Bapak Rudy menjelaskan bahwa BLUD adalah satuan kerja perangkat daerah untuk unit kerja pada satuan kerja perangkat daerah di lingkungan pemerintah daerah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan, dan dalam melakukan kegiatan didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktifitas, pasal 1 PP No. 23/2005.

 

Tujuan BLUD adalah meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui fleksibilitas dalam pengelolaan keuangan berdasarkan prinsip ekonomi dan produktifitas dan penerapan praktik bisnis yang sehat, Pasal 2 PP No. 23/2005.

Kelembagaan BLUD ada 6 yaitu pemilik BLU, pemimpin BLU, pengelola keuangan, pengelola teknis, dewan pengawas BLU, dan Satuan Pengawas Intern (SPI).

Pemimpin BLUD berfungsi sebagai penaggungjawab umum operasional dan keuangan BLUD berkewajiban untuk menyampaikan Rencana Strategi Bisnis.

 

Pejabat keuangan bertugas untuk menkoordinasikan penyusunan RBA, menyiapkan dokumen pelaksanaan anggaran BLUD, melakukan pengelolaan pendapatan belanja, menyelenggarakan pengelolaan kas, melakukan pengelolaan utang-piutang dan menyelenggarakan sistem informasi manajemen keuangan.

Pejabat teknis BLUD berfungsi sebagai penanggungjawab teknis di bidang masing-masing.

Selain mengenai BLUD, Bapak Rudy juga menjelaskan mengenai Rencana Strategi Bisnis atau yang biasa disebut dengan RSB. Isi RSB berupa visi, misi dan program strategi.

 

Visi, gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan yang berisikan cita dan citra yang ingin di wujudkan.

Misi, sesuatu yang harus diemban atau dilaksankan sesuai visi yang di tetapkan, agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik.

 

Program strategis, program yang berisi kegiatan yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 sampai 5 tahun dengan memperhitungkan potensi atau kekuatan, kelemahan, peluang, dan kendala yang ada atau mungkin timbul analisis SWOT. Program 5 tahunan memuat semua program satker yang menerapkan Pola Keuangan BLUD yang meliputi antara lain program di bidang pelayanan keuangan administrasi dan sumber daya manusia.

 

Sesi pertama pelatihan berakhir pukul 12.04 WIB. Sebelum melanjutkan ke sesi berikutnya, peserta diminta untuk istirahat dan makan siang terlebih dahulu. Sesi selanjutnya akan dimulai pukul 13.00 WIB yang akan dilanjutkan oleh Bapak Rudy Suryanto yang akan membahas materi mengenai pola keuangan dan pelaporan.

 

Hari Kedua

Hari kedua pelatihan dimulai pukul 08.40 WIB pagi. Pelatihan hari kedua ini narasumberi oleh Bapak Teddy W Laurentius, SE.,Ak.,MM, CRP yang akan mengangkat materi mengenai analisis kredit.

Kredit adalah penyedia uang atau tagihan, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan, jelas Bapak teddy.

Ada beberapa fungsi kredit, diantaranya adalah :

1.Menjadi mesin dalam peningkatan kegiatan perekonomian.

2.Memperluas lapangan kerja bagi masyarakat.

3.Memperlancar arus barang dan arus uang.

4.Meningkatkan hubungan internasional.

5.Meningkatkan produktifitas dana yang ada.

6.Meningkatkan daya guna barang.

7.Meningkatkan kegairahan berusaha masyarakat.

8.Memperbesar modal kerja perusahaan.

9.Meningkatkan income percapita masyarakt.

10.Mengubah cara berfikir atau cara bertindak masyarakat untuk lebih ekonomis.

 

Mengapa Kredit Diperlukan ?

Dari sisi peminjam kredit, kredit diperlukan, pertama karena kekurangan dana sendiri. Alasan kedua karena reputasi, orang yang punya hubungan dengan bank punya reputasi sendiri. Alasan ketiga karena tertib manajemen keuangannya.

 

Persiapan analisis kredit diperlukan dibutuhkan karena segala aktivitas yang dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan untuk bahan analisa sehingga akan memeperlancar proses analisa kredit.

 

Faktor analisa kredit dibagi menjadi 3 yaitu faktor SDM, faktor data analisis, faktor teknis analisis.

Peran analis kredit atau AO merupakan Point of contact antara lembaga kredit dengan nasabah dan wajib memonitor kegiatan usaha nasabah secara terus-menerus.

Faktor data analis (5C) :

1.Character

2.Capacity

3.Capital

4.Collateral

5.Condition of economi

 

Untuk UMKM hanya diperlukan dua tahapan analisis

1.Character

a.Hasil interview

b.Hasil 3rd Cheking

c.Hasil Check Financial Record

d.Gaya hidup

e.Perjalanan Hidup

 

2.Capacity

a.Modal

b.Gaji Karyawan

c.Biaya Overhead

d.Profit

 

Jaminan :

1.Tetap

a.NJOP

b.Lokasi

c.Nilai Bangunan Kembali

d.Nilai Pasar

 

2.Bergerak

a.Tahun – Kodensus

b.Bengkel – Pihak ke 3

c.Visit

 

Setelah menjelaskan mengenai analisis kredit, Bapak Teddy memberikan waktu kepada peserta untuk bertanya. Salah satu peserta bertanya mengenai proses evaluasi. “Apakah proses evaluasi tidak dilakukan dengan bagian yang terpisah dengan analis?”. Jika ada bagianya sendiri maka dilakukan terpisah, setelah bagian analis melakukan analisis maka tugas atau tanggungjawab berpindah ke bagian evaluasi, jawab Bapak Teddy.

 

Pelatihan sesi hari kedua sesi ketiga dengan narasumber Bapak Teddy mengenai anlisis kredit berakhir pukul 16.30 WIB.

 

Pelatihan sesi keempat di narasumberi oleh Bapak Niza Wibyana Tito, S.Kom yang akan mengisi materi mengenai simulasi software pengelolaan keuangan BLUD.

 

Pada kesempatan tersebut Bapak Tito menjelaskan bahwa ada 3 hal yang harus dilakukan BLUD yaitu membuat Rencana Bisnis Anggaran (RBA), pelaksanaan dan membuat laporan Standar Akuntansi Keuangan (SAK).

Suatu UPDB mempunyai 2 sumber dana, yaitu jasa layanan dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Setelah dijelaskan mengenai BLUD dan RBA. Bapak Tito melanjutkan kesesi praktek penginputan data. Pada kesempatan tesebut peserta langsung diminta untuk mempraktekan langsung dengan menginput data keuangan menggunakan software keuangan Syncore. Didalam software tersebut terdapat ikon-ikon yang memiliki fungsi yang berbeda.

 

Seperti dijelaskan, bagian penatausahaan yang digunakan untuk mencatat uang masuk dan uang keluar dan disambungkan dengan aplikasi billing.

Bagian akuntansi yang digunakan untuk membuat laporan keuangan yang terdiri dari neraca, operasional, arus kas, CALK, laporan laba rugi dan laporan SAK.

 

Beliau juga menambahkan bahwa untuk menyusun Rencana Bisnis Anggaran (RBA) pada aplikasi software keuangan BLUD langkahnya adalah pertama menyusun program dan kegiatan sesuai RKA, kedua memilih kode akun, ketiga pada ikon biaya caranya dengan menentukan kegiatan apa yang akan dirinci dan setelah data di input dapat di cek pada laporan, keempat klik pagu yang digunakan untuk semu anggaran belanja, dan kelima klik pendapatan yang digunakan untuk mengetahui total anggaran pendapatan.

Pelatihan di tutup pukul 16.20 WIB yang diakhiri dengan foto bersama narasumber dengan peserta pelatih. Dari pelatihan tersebut, respon peserta sangan positif. Peserta merasa puas akan adanya pelatihan yang diselenggarakan oleh PT. Syncore Indonesia. Mereka berharap akan ada kerjasama dan pelatihan lagi di waktu selanjutnya.

 

 

Dapatkan Jadwal Pelatihan Syncore Disini

Download Materi BLU/BLUD

Software BLUdanBLUD

 

Bagaimana cara mengudang PT. Syncore Indonesia untuk pelatihan?

Anda dapat menghubungi:

Diana Septi A

CP: 0877 38 900 800 /training@syncore.co.id

Telp: 0274 – 488 599

 

Be Sociable, Share!