Kerangka sistem manajemen

SISTEM MANAJEMEN TERINTEGRASI, KUNCI UNGGUL DI PERSAINGAN RUMAH SAKIT

Industri rumah sakit telah banyak berubah beberapa tahun ini. Hal ini dipicu oleh ketentuan terkait dengan Jaminan Kesehatan Nasional.

Pada tahun 2019, setiap penduduk di Indonesia wajib dijamin dengan asuransi kesehatan BPJS.Konsekuensinya pada rumah sakit adalah mereka harus menyesuaikan dianosa, tindakan dan pola tariff mengikuti ketentuan yang dibuat BPJS.

Berbeda dengan sebelumnya, paska BPJS, maka diberlakukan sistem rujukan berjenjang. Pasien yang sakit tidak bisa serta merta ke rumah sakit, tetapi harus mendapatkan surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), dalam hal ini bisa Puskesmas atau Dokter Keluarga. Setelah sampai di rumah sakit pun, pasien harus mendapatkan diagnose dengan langkah-langkah yang sudah ditentukan, yaitu mengacu pada ICD 10.

ICD 10 adalah kelompok diagnose yang berlaku secara internasional. Berdasarkan dianogsa tersebut maka rumah sakit akan mendapatkan penggantian dari BPJS, yaitu dengan sistem paket.

Dengan kata lain, banyak hal yang perlu dilakukan oleh rumah sakit guna menyesuaikan
dengan ketentuan-ketentuan diatas. Istilah “Banyak Pasien Banyak Prot”, sekarang belum tentu jadi kenyataan. Apabila rumah sakit tidak memiliki sistem kontrol yang kuat, maka bisa jadi biaya-biaya yang dikeluarkan justru lebih besar daripada paket penggantian dari BPJS.

Menilik hal tersebut, maka rumah sakit perlu mengembangkan sebuah kendali manajemen yang dikenal dengan istilah “Sistem Manajemen Rumah Sakit.” Salah satu contohnya adalah rancangan yang dikembangkan oleh SYNCORE Consulting di bawah berikut ini.

Telah dikembangkan kerangka yang disusun untuk pengelolaan sistem manajemen rumah sakit, seperti yang dijelaskan pada bagan di bawah ini.

Kerangka “Sistem Manajemen Rumah Sakit” ini sendiri terdiri dari 12 blok. Blok pertama adalah mencermati ketentuan peraturan dan perundang-undangan tentang rumah sakit. Akhirnya, hal tersebut menjadi dasar bagi pihak manajemen untuk mengembangkan aturan-aturan yang ada di dalam pengelolaan rumah sakit (hospital by laws). Pada akhirnya, harapannya tentu lewat sistem manajemen yang terintegrasi, maka rumah sakit yang bersangkutan mampu bersaing di masa depan dan berujung selain memberi keuntungan, juga berimbas pada layanan prima bagi pasien.

Kerangka sistem manajemen
Kerangka sistem manajemen

 

Be Sociable, Share!

    Leave a Reply