Kebangkitan Desa Dimulai dari Anak Muda

 

 

Kunjungan ke Desa Ponggok

Banyak pemuda di desa yang memilih untuk diam daripada takut berargumentasi dengan orangtua atau orang yang lebih tua darinya. Kebiasaan tersebut harus sudah mulai ditinggalkan, karena salah satu faktor penting dari kebangkitan atau majunya sebuah desa adalah peran para pemudanya.

Bapak Yani Setiadi adalah Sekertaris Desa Ponggok, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Desa Ponggok adalah salah satu desa terkaya di Indonesia, bersumber dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Tirta Mandiri, dengan memanfaatkan potensi pariwisata yang ada di Desa Ponggok. Umbul Ponggok adalah salah satu destinasi wisata unggulannya.

Desa ponggok setiap tahun menghasilkan lebih dari 6 milyar untuk meningkatkan kesejahteraan warga di desa tersebut. Visi dan misi yang jelas serta melibatkan masyarakat dalam pengelolaan dana desa, membuat BUMDes Tirta Mandiri memiliki penghasilan yang cukup besar. Selain itu, pemerintah desa selaku pendukung memiliki peraturan-peraturan khusus bagi warganya.

Untuk meningkatkan keinginan menempuh pendidikan tinggi, setiap keluarga diwajibkan memiliki satu orang lulusan sarjana dan setiap bulan akan diberi uang saku sebesar Rp 400.000,00. Selain itu, pemerintah desa melarang setiap warganya untuk bekerja keluar desa, hal tersebut bertujuan agar sumber daya manusia mereka hanya untuk Desa Ponggok dengan jaminan gaji diatas UMR Klaten. Berprinsip “Kita bisa menghasilkan uang sendiri, mengapa harus menjadi budak orang lain?”. Hal tersebut dilakukan juga untuk menciptakan generasi muda sebagai penerus desa nantinya. “Pemuda harus mempunyai mimpi yang tinggi dan mimpi yang gila. Karena dibutuhkan satu pemuda “gila” agar desa keluar dari lingkaran setan kemiskinan” Yani Setiadi.