Membandingkan Laporan Keuangan SAP BLUD (Part 2)

Membandingkan laporan keuangan SAP BLUD sering dilakukan untuk mengetahui apakah laporan keuangan yang disajikan sudah betul atau belum. Membandingkan laporan keuangan sebelum disajikan hendaknya dilakukan setelah penyusunan laporan keuangan semester dan tahunan selesai.

Sebelum laporan keuangan tersebut dilaporkan dan nantinya akan diperiksa, hendaklah di periksa kembali untuk memastikan bahwa yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut adalah benar. Bisa dikatakan benar apabila setelah di cek kesesuaian antar laporan keuangan ketika dibandingkan sudah benar.

Berikut lanjutan beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membandingkan laporan keuangan SAP BLUD:

  1. Laporan Neraca

Neraca berisi informasi posisi keuangan suatu entitas keuangan. Baik posisi nilai aset yang dimiliki, kewajiban (utang) dan komposisi modal yang dimiliki. Beberapa hal yang dapat dibandingkan dengan laporan lainnya dalam neraca adalah :

        a. Kas dan setara kas yang ada di neraca harus mencerminkan silpa yang dimiliki pada periode                  tersebut. Artinya kas setara kas yang ada di neraca harus sama dengan kas setara kas akhir di                 laporan arus kas dan sama dengan saldo akhir di LP SAL.

        b. Piutang yang ada di neraca menunjukkan sisa piutang per periode akuntansi. Jumlah ini harus              disesuaikan dengan penghitungan saldo akhir piutang.

        c. Persediaan yang ada di neraca menunjukkan sisa persediaan dari hasil stock opname per                        periode akuntansi.

        d. Aset tetap yang ada di neraca menunjukkan total aset tetap yang dimiliki entitas per periode                  akuntansi berikut dengan nilai penyusutannya. Nilai aset tetap BLUD harus sama dengan hasil              rekon aset dengan BPKAD karena aset BLUD menjadi satu keatuan aset daerah sebagai hal                     yang tidak terpisahkan.

       e. Kewajiban yang ada di neraca menunjukkan sisa utang per periode akuntansi. Jumlah ini                        harus disesuaikan dengan penghitungan saldo akhir utang.

        f. Ekuitas yang ada di neraca menujukkan komposisi modal yang dimiliki entitas. Nominal                         ekuitas di neraca harus sama dengan saldo akhir Laporan Perubahan Ekuitas. Karena rincian                 dari penghitungan ekuitas terdapat pada laporan perubahan ekuitas.

     4. Laporan Perubahan Ekuitas

LPE menunjukkan rincian penghitungan komposisi modal yang dimiliki entitas. Saldo awal LPE diambil dari angka saldo akhir LPE periode berikutnya. Kemudian ditambah dengan surplus/defisit periode berjalan secara akrual. Oleh karena itu surplus/defisit di LPE harus sama dengan surplus/defisit yang ada di Laporan Operasional. Selanjutnya ditambah atau dikurang dengan koreksi ekuitas (penyesuaian pendapatan atau biaya periode lalu, sehingga bisa menambah atau mengurangi ekuitas). Saldo akhir ekuitas harus sama dengan jumlah ekuitas yang ada di neraca.

Referensi : PSAP Nomor 13