BUMDES YANG SEHAT SEPERTI APA?

Permendesa nomor 4 tahun 2019 menjelaskan di pasal 3 tentang tujuan BUMDes yaitu : meningkatkan perekonomian Desa dan meningkatkan pendapatan masyarakat Desa dan Pendapatan Asli Desa. menurut undang – undang nomor 6 tahun 2014 tentang desa menyebutkan bahwa pengertian ekonomi desa adalah kegiatan, konsumsi, produksi, dan penanaman modal pada masyarakat pedesaan yang di tentukan oleh keluarga secara bersama. Sehingga keuangan yang sehat akan di perlukan oleh BUMDes. Keuangan yang sehat memiliki ciri – ciri yaitu :

  • Tingkat Pengeluaran Tidak Melebihi Pemasukan

Dalam dunia usaha, kesehatan usaha sangatlah peting sehingga perlunya pemasukan setiap harinya. Masalahnya, jika usaha Anda mengalami pemasukan tinggi, kemungkinan besar pengeluaran akan ikut meningkat. Nah, di sinilah Anda harus mengatur strategi agar peningkatan pengeluaran tersebut sejalan dengan peningkatan keuntungan. Jadi, misalnya, apabila keuntungan Anda meningkat sebanyak 10% selama periode waktu tertentu, pastikan pengeluaran usaha Anda juga tidak lebih dari 10% selama periode waktu yang sama.

  • Mempunyai Dana Cadangan

Saat ini, Anda mungkin cukup percaya diri dengan masa depan usaha Anda. Biasanya, hal ini ditandai dengan bertambahnya jumlah pelanggan, keuntungan meningkat, hingga mendapat investor baru. Namun, tidak ada yang benar-benar tahu kondisi usaha Anda di masa depan, bukan? Misalnya, salah satu klien besar tiba-tiba membatalkan kontrak sehingga Anda kehilangan sebagian besar pemasukan. Hal tersebut pasti akan mengubah kondisi usaha Anda, membuat Anda harus melakukan adaptasi seperti pemotongan anggaran keuangan pada sektor-sektor tertentu. Oleh sebab itu, usaha Anda baru bisa dikatakan sehat apabila Anda memiliki dana cadangan. Dana cadangan akan membantu usaha Anda untuk tetap beroperasi jika terjadi hal-hal di luar rencana.

  • Pertumbuhan Positif Saldo Uang Tunai Anda

Ketika mendapat keuntungan dari usaha yang Anda jalankan, ke mana uang tersebut biasanya Anda alokasikan? Mayoritas pengusaha biasanya akan langsung menginvestasikannya kembali ke usaha mereka agar terus berkembang. Hal tersebut wajar dilakukan. Namun, ingatlah bahwa hal tersebut bisa membuat saldo uang tunai Anda berkurang meskipun aset berlimpah. Jika Anda terus menginvestasikan kembali keuntungan tersebut pada usaha, jumlah saldo uang tunai akan berkurang.