PEMAHAMAN RASIO AKTIVITAS DAN RASIO PROFITABILITAS

Laporan Keuangan adalah catatan informasi keuangan perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.laporan keuangan tidak hanya di gunakan dalam perusahaan, dalam pemerintahan laporan keuangan sangat di perlukan. Pemerintah Indonesia mempunyai peraturan yang menjelaskan penyusunan/ Penyampaian Laporan Keuangan yang  di atur dalam  PMK/222/2016. Tidak hanya pemeritah pusat yang di wajibkan untuk membuat laporan keuangan tetapi desa diwajib dalam membuat laporan keuangan.

            Desa memiliki wewenang yang di atur dalam UU Desa Nomor 6 tahun 2014. Sehinggan desa memiliki hak untuk mengelola suatu bisnis di dalam suatu badan usaha, badan usaha itu adalah BUMDes.

  1. Rasio Aktivitas (Activity Ratio)

Rasio aktivitas menunjukkan tingkat yang efektivitas penggunaan aktiva atau kekayaan perusahaan kepada Anda. Rasio yang digunakan adalah:

  1. Rasio utang terhadap aktiva (total debt to asset ratio), mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh hutang atau seberapa besar hutang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva.
  2. Rasio utang terhadap ekuitas (total debt to equity ratio), menunjukkan hubungan antara jumlah utang jangka panjang dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik perusahaan yang berguna untuk mengetahui jumlah dana yang disediakan kreditur dengan pemilik perusahaan.
  • Rasio Profitabilitas dan Rentabilitas (Profitability Ratio)

Merupakan rasio yang menunjukkan tingkat imbalan atau perolehan (keuntungan) dibanding penjualan atau aktiva. Analisa ini dapat dilakukan dengan menggunakan rasio sebagai berikut:

  1. Margin laba kotor (gross profit margin), merupakan ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah perusahaan membayar harga pokok penjualan.
  2. Margin laba operasi (operating profit margin), merupakan ukuran  persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah semua biaya dan pengeluaran lain dikurangi kecuali bunga dan pajak, atau laba bersih yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan.
  3. Margin laba bersih (net profit margin), merupakan ukuran persentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah dikurangi semua biaya dan pengeluaran, termasuk bunga dan pajak.