BUMDES MENGGUNAKAN RASIO LIKUIDITAS DAN PERPUTARAN PERSEDIAAN

Perkembangan dunia bisnis dari zaman nabi sampai dengan zaman sekarang istilah pencatatan masih di gunakan oleh pelaku usaha. Pencatatan ini di kembang dalam setiap zamannya sehingga membentu suatu laporan yang berisi keuangan atau sering disebut Laporan Keuangan.

Laporan Keuangan adalah catatan informasi keuangan perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut.laporan keuangan tidak hanya di gunakan dalam perusahaan, dalam pemerintahan laporan keuangan sangat di perlukan. Pemerintah Indonesia mempunyai peraturan yang menjelaskan penyusunan/ Penyampaian Laporan Keuangan yang  di atur dalam  PMK/222/2016. Tidak hanya pemeritah pusat yang di wajibkan untuk membuat laporan keuangan tetapi desa diwajib dalam membuat laporan keuangan.

            Desa memiliki wewenang yang di atur dalam UU Desa Nomor 6 tahun 2014. Sehinggan desa memiliki hak untuk mengelola suatu bisnis di dalam suatu badan usaha, badan usaha itu adalah BUMDes.

            BUMDes terbentuk oleh aturan permendesa nomor 4 tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Miliki Desa. pada pasal 12 menjelaskan tentang wewenang pelaksana operasional pada ayat 3 huruf a yaitu pelaksana operasional memiliki wewenang untuk membuat laporan keuangan seluruh unit – unit usaha BUMDes setiap bulan. Sehingga pembuatan laporan keuangan tidak hanya suatu angka yang tertulis di kertas tetapi angka yang memiliki arti tentang kesehatan usaha. Dalam dunia laporan keuangan Rasio keuangan tidak asing dalam telinga pelaku bisnis. Rasio keuangan ini digunakan untuk menganalisa keuangan dalam suatu bisnis,  sehingga dapat melihat apakah usaha Bisnis ini sehat atau tidak.

            Ada beberapa macam Rasio Keuangan yaitu :

  1. Rasio likuiditas adalah rasio yang mengukur kemampuan likuiditas jangka pendek suatu perusahaan dengan melihat aktiva lancar perusahaan relatif terhadap hutang lancarnya. Dalam rasio likuiditas, analisis dapat dilakukan dengan menggunakan rasio sebagai berikut:
  1. Rasio Lancar (Current Ratio), merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau hutang yang segera jatuh tempo dengan aktiva lancar yang tersedia.
  2. Rasio Cepat (Quick Ratio / Acid Test Ratio), merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban atau utang lancar dengan aktiva lancar tanpa memperhitungkan nilai persediaan.
  3. Rasio Solvabilitas (Leverage / Solvency Ratio), merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang.
  • Rasio Perputaran Persediaan (Inventory turnover ratio)

Rasio perputaran persediaan mengukur aktivitas atau likuiditas perusahaan dilihat dari ketersediaan barang. Rasio ini menunjukkan efisiensi di mana perusahaan menggunakan seluruh aktivanya untuk menghasilkan penjualan.