MEMAKSIMALKAN MANAJEMEN TEFA DENGAN SISTEM PENGELOLAAN SMK BLUD BAGIAN II

Berikut daftar pertanyaan dan jawaban dari hasil diskusi peserta dengan Narasumber :

  1. Kami memahami tujuan TEFA adalah meningkatkan kompetensi dari lini produksi, jika ada kerjasama dengan Industri lain maka yang berhak melakukan kerjasama siapa?

Jawab : jika bukan BLUD maka yang boleh kerjasama adalah PEMDA, tetapi kalau sudah menjadi BLUD maka boleh melakukan kerjasama dengan pihak lain yang dilakukan oleh pemimpin BLUD.

  • Kalau sekolah yang belum berstatus BLUD secara hukum belum boleh ya pak? Tetapi jika SMK sudah menjadi BLUD maka SMK bisa melakukan kerjasama untuk mengembangkan Unit TEFA nya.

Jawab : Iya betul sekali, BLUD boleh melakukan kerjasama dengan pihak lain. Karena dengan BLUD semua hal ilegal yang dilakukan SMK akan menjadi Legal.

  • Kami sudah mensosialisasikan pada pengelola TEFA, pendapatan yang berasal dari pengelolaan TEFA akan dikenakan Jasa pungut pajak. Jadi bagi karyawan yang memberikan pendapatan dari hasil tefa nya akan diberikan insentif sebesar 30%. aturan semacam itu menurut pak tito bagaimana?

Jawab : aturan harus dibuat berdasarkan referensi, misal referensinya adalah tarif. Jika aturan ini sudah dibuat ketika menjadi BLUD maka referensinya adalah BLUD.

            Kemudian pemaparan materi Perencanaan TEFA oleh narasumber Bapak Niza Wibyana Tito. Perencanaan TEFA bisa menggunakan analisis bisnis model canvas, sebagai berikut :

            Pada pelatihan ini Peserta mempraktekkan bagaimana cara menyusun analisis bisnis model canvas untuk menentukan perencanaan masing-masing TEFA. Diselingi lagi pemaparan materi oleh narasumber bapak Niza Wibyana Tito tentang Perencanaan BLUD dimana komponennya ada Struktur Anggaran BLUD

Struktur Anggaran BLUD pada SMK bisa diterapkan seperti penjabaran dibawah ini :

  1. Pendapatan
  2. Jasa Layanan (TEFA)
  3. Hibah
  4. Hasil Kerjasama
  5. Lain-lain Pendapatan yang Sah
  6. APBD (Biaya Penunjang Operasional Penyelenggaraan Pendidikan (BPOPP) & BOS)
  7. Belanja
  8. Belanja Pegawai
  9. Belanja Barang dan Jasa
  10. Belanja Modal
  11. Pembiayaan
  12. Penerimaan Pembiayaan (SILPA, Penerimaan Utang Bank, Pencairan Deposito, dll)
  13. Pengeluaran Pembiayaan (Pembayaran pokok utang bank, pembentukan deposito, investasi, dll)

Kemudian peserta workshop melakukan praktek langsung di sistem Aplikasi BLUD dari Syncore dan melakukan input data RBA ke dalam sistem BLUD. Setelah semua data RBA sudah diinputkan ke sistem, selanjutnya adalah Print Laporan RBA Murni yang akan menjadi pendukung dokumen RBA.

Untuk mengakses artikel Memaksimalkan manajemen  TEFA dengan Sistem Pengelolaan SMK BLUD Bagian I bisa klik pada (link artikel)

#manajementefa#maksimalkantefadenganblud#tefasmkblud#fungsiblud

#perencanaantefa#bisnismodelcanvas#strukturanggaransmkblud