LIMA KAPASITAS YANG HARUS DIMILIKI KEPALA DESA

Pemerintah pusat telah menggelontorkan dana yang sangat besar untuk desa. Cita-cita pendiri bangsa membuat Indonesia bersinar dimata dunia. Apabila hanya menyalakan obor besar di Jakarta maka tidak akan bisa menerangi seluruh wilayah pelosok negeri. Akan tetapi apabila satu lilin kecil dinyalakan di setiap desa maka seluruh negeri akan terang benderang. Hal ini telah terpikirkan oleh para pendiri bangsa sehingga dikeluarkannya Undang-undang desa dan seperangkat peraturan untuk desa. Akan tetapi, cita-cita tersebut harus diwujudkan Bersama-sama mulai dari desa.

Dalam hal ini, kepala desa menjadi kunci utama sebagai kaki tangan pemerintah pusat untuk memajukan desa. kepala desa harus memiliki kapasitas yang baik dalam mengelola desanya.  Lima kapasitas yang harus dimiliki kepala desa dalam membentuk desa yang mandiri.

  1. Kapasitas Regulasi

UU no 6 tahun 2014 tentang desa menjadikan desa sebagai pemain utama untuk mengurus dirinya sendiri. Pemerintah pusat memberikan wewenang penuh kepada pemerintahan desa untuk mengelola desanya. Ini menjadi titik terang untuk mengatasi permasalahan ekonomi di desa. Dalam hal ini kepala desa harus memahami regulasi yang ada. Kemampuan kepala desa bukan hanya memahami aturan sekaligus juga memproduksi aturan. Kepala desa harus dengan bijak mengeluarkan perdes demi kepentingan warganya.

  • Kapasitas Ekstraktif

Kemampuan kepala desa untuk mengekstraksi sekecil apapun peluang  yang ada di desa. Kepala desa harus bisa memetakan semua potensi seperti bentang alam, sosial, dan teknologi. Selain potensi, kepala desa juga harus mampu memetakan permasalahan yang ada di desa, seperti permasalahan ekonomi dan lain sebagainya. Jarang sekali kepala desa Memandang Bahwa Ada Salah Satu Bentang Hidup Yang Menjadi Potensi.

  • Kapasitas Distributif

Kemampuan Kepala Desa Untuk Membagi Kewenangan, Karena Kewenangan Yang Diberikan Negara Dalam Uu Desa Sangatlah Banyak. Ada Sekitar 120 Kewenangan Skala Local Desa Yang Kemudian Pemerintah Desa Tidak Bisa Mengatur Sendiri Itu Semua. Perlu Membuka Ruang Partisipasi Kepada Warga Untuk Dilibatkan Dalam Lembaga-Lembaga Desa. Akan Tetapi Kepala Desa Harus Bijak Dalam Menentukan Kewenangan Tersebut Sehingga Tidak Terjadi Ketimpangan Dan Nepotisme.

  • Kapasitas Responsif

Kepala desa harus cepat tanggap terhadap kebutuhan maupun permasalahan yang dihadapi warga desa. Kepala desa harus membuat suatu ruang untuk mendata semua permasalahan yang dimiliki warga desa. Di era digital ini, hampir semua warga desa memiliki sosial media. Pemerintah desa bisa membuat satu akun sosial media sebagai tempat pengaduan keluhan masyarakat yang tentunya dikelola dengan baik. Sehingga informasi dari setiap pelosok desa bisa dengan cepat diatasi.

  • Kapasitas Jaringan

Pemerintah desa bukan tidak mungkin untuk memecahkan seluruh permasalahan warga desanya. Akan tetapi dengan banyaknya permasalahan di desa, pemerintah desa pun akan kewalahan. Maka, seorang kepala desa harus memiliki kapasitas jaringan yang luas seperti jaringan untuk konsultasi, perusahan swasta dan yang terpenting memiliki jaringan yang kuat terhadapa elemen pemerintah desa.

Kelima kapasitas ini harus dimiliki oleh setiap kepala desa karena dalam membangun suatu desa dengan anggaran yang sangat besar jika kemampuan kepala desa nya kurang maka anggaran sebesar itu hanya akan terbuang sia-sia.